26 Feb 2017

Gagal Fokus

*lirik jam (padahal nggak punya jam dinding)

Eh ada kok, tapi udah mati lebih dari satu tahun yang lalu, dan di antara kami bertiga (gue, Fitroh dan Mba Susi)  tidak ada satupun yang mempunyai cukup waktu untuk mengganti baterainya.

Gimana sih? Katanya nggak punya jam dinding, tapi ada..

Ya punya, tapi jamnya mati..

Yang bener punya atau nggak punya? Nggak jelas banget dah!

Eh! Berantem aja yuk!

Yaah, biasalah, kami bertiga memang sibuk.
Mba Susi sibuk telponan sama pacarnya,
Fitroh sibuk diapelin pacarnya,
Puti sibuk mencampuri  urusan orang lain  dengan drama Korea-nya.

Oke daripada nanti ada yang beneran ribut, lirik jam diganti sama liat jam di pojok kanan bawah laptop aja…

“Wuooh daebak!!” (Eh, maaf. Kayaknya gue barusan kerasukan arwah Bae Zusy deh)
#kriik -_-

Bagi drakor freaks macham gue ini, marathon drama sampai jam segini itu udah nggak aneh lagi. Buka laptop dari jam 3 siang, tau-tau liat jam udah jam setengah 3 pagi (diselingi makan, mandi, sama sholat, kok).

Kalau difikir-fikir gue sama pencandu rokok itu hampir tidak ada bedanya, kalau pecandu rokok, sebelum ngapa-ngapain, dia pasti bilang “sebat duls ah…” dan baru bisa berhenti, disebat yang ke-12. Kalau gue, setiap kali buka laptop, pasti bilang  “ah, nonton satu episode dulu ngga apa-apa kali, cuma sejam, itung-itung pemanasan mata”.

Satu jam berlalu, dan satu episode selesai.

“Lah, nanggung banget, penasaran, satu lagi deh…”

Gitu aja terus sampai tau-tau udah mau episode terakhir.

Kayak sekarang ini, tadinya gue hampir saja khilaf buat menghatamkan drama yang baru saja gue tonton (Qur’an noh dikhatamin). Untung aja gue sadar, kalau ternyata besok itu hari Sabtu, jadwal gue untuk bikin postingan di blog.

Xianjiir! Penting banget emang?!
 
Penting lah, untuk menunjukan sama diri gue sendiri kalau gue bisa konsisten sama diri gue sendiri juga. Muehehe

Drama yang barusan gue tonton adalah drama Korea yang sudah cukup lama tayang di Korea, hmmm sekitar bulan Juli 2016, judulnya adalah “Uncontrollably  Fond”.

Ada yang tau? Enggak ada?

Oh. Oke. :’””)

Gue sendiri nggak tau apa arti dari Uncontrollably Fond, jangan kan artinya, untuk melafalkannya saja, lidah gue rasanya mau kecengklak. Nah, maka dari itu demi keselamatan lidah gue, lebih ena kalau gue menyingkatnya menjadi  “UF”.

Sip! Puti memang cerdas!

Bentar,
Kok gue mules…
-
-

Ini serius gue abis dari kamar mandi beneran loh..
#kriik -_-(2)

Kamar mandi di kontrakan gue gelap karena lampunya mati beberapa bulan yang lalu, dan lagi-lagi, diantara kami bertiga, tidak ada satupun yang mau menggantinya.

Tapi kali ini bukan karena kami kami nggak punya waktu, melainkan karena “Langit-langitnya tinggi banget, anjeer!”, jadi, yaudah pasrah aja. Meskipun, saat malam kami harus lebih waspada terhadap makhluk yang tidak diharapkan hadir di kamar mandi. Apalagi kalau bukan....

kecoa.

Kecoa merupakan makhluk mitologi kuno yang konon bagi orang-orang tertentu kehadirannya lebih menakutkan dari pada kehadiran mantan. Orang-orang tertentu yang dimaksud adalah gue sendiri.

Entah kenapa, gue bisa biasa aja setiap hari ketemu mantan, dan bahkan masih sering di-ciye-ciye-in sama juga temen kerja. Gue bisa dengan mudah mengabaikan mantan gue ketika kita berdua papasan. Lain halnya dengan kecoa, bahkan sebelum kita papasaan (dengan jarak masih 2 meter-an lah), gue udah histeris duluan, kabur dan langsung mencari perlindungan buat ngumpet.

Padahal dibandingkan dengan mantan gue, ukuran kecoa itu berkali-kali lipat jauh lebih kecil (menurut analisa sementara gue, mungkin kira-kira lebih dari 720x lipatnya).

Ah iya, gue inget.

Dari segi ukuran, mungkin ukuran kecoa kalah jauh dari ukuran mantan gue. Tapi, di luar itu semua, ternyata gue punya lebih banyak kenangan buruk dengan kecoa-kecoa lucknut itu dibandingkan dengan kenangan buruk dari mantan gue.

Inilah beberapa kenangan bersama kecoa yang masih terekam dengan jelas di memori otak gue.

Kenangan pertama.
Puti Andini saat remaja, pernah iseng nyemprot sarang kecoa dengan semprotan nyamuk baygon, yang berakhir dengan penyerbuan yang dilakukan oleh  gerombolan warga kecoa yang ada di sarang tersebut.

Hal itu menyebabkan trauma yang sangat mendalam bagi gue, dan juga adik gue, Aldo. Padahal saat itu, Aldo sama sekali nggak tau apa-apa.  Aldo yang sedang khusyuk nonton tv di ruang tamu, tiba-tiba kaget liat gue lari pontang panting kayak dikejar Satpol PP. 

Setelah tau kalau kakaknya ternyata dikejar oleh banyak sekali kecoa, kemudian barulah Aldo ikut-ikutan bereaksi. Berdiri-teriak-panik-nangis.

Kalau ngebayangin kondisi gue dan Aldo saat itu, rasanya bikin bulu kuduk gue merinding.  Pokoknya, setelah kejadian itu, gue jadi tau satu hal; ‘Rasa takut Aldo terhadap kecoa lebih besar dari pada gue”

Kenangan kedua.
Kejadian bermula ketika sekolah sedang melakukan fogging. Setelah fogging selesai, para siswapun diminta untuk masuk kembali ke kelasnya masing-masing. 

Awalnya memang tidak terjadi apa-apa. Tapi beberapa menit setelah asap fogging hilang, bencana mulai datang, tidak tanggung-tanggung, bukan cuma segerombol warga kecoa lagi yang muncul, mungkin semua populasi kecoa yang ada di sekolah gue saat itu berhamburan keluar.
Ada kecoa yang terbang.
Ada kecoa yang terlentang sambil muter-muter.
Ada kecoa yang jalan.
Ada kecoa yang lari.
Ada kecoa yang kayang.
Mungkin malah ada kecoa yang cinlok juga.

Hampir semua siswa dibuat panik oleh gaya para kecoa itu, mereka (siswa) berteriak histeris, bahkan ada satu orang siswi perempuan yang nekat naik keatas meja, kemudian berlari dari satu meja ke meja lainnya menuju ke arah pintu keluar sambil nangis.

Iya, itu gue.

Kenangan ketiga.
Gue juga pernah dikunjungi geng kecoa (gue inget banget jumlahnya ada 6) , pas tengah malem . Karena kamar gue full poster artis-artis Korea, otomatis suara kaki kecoa yang sedang merabat di tembok yang ada posternya berhasil bikin gue terbangun dan terusir dari kamar gue sendiri.
Sedeh!! :’(

Kenangan ke-empat.
Ini yang paling epic dari semuanya!
Saat itu, gue baru saja pulang dari nyasar sama pacar gue (yang sekarang udah jadi mantan). Muter-muter selam 3 jam di daerah karawaci sukses bikin gue marah sama dia. Sepanjang perjalanan pulang gue memilih untuk mendiamkan dia.

Ketika gue sedang fokus manyun, tiba-tiba ada sesuatu yang nemplok di muka gue! deket idung, deket mulut! Yaa, disitu lah pokoknya.  Kalian tau itu apa? IYA, KECOA!

Ada kecowah nemplok di muka gue woy!!!

Bisa kalian bayangin nggak gimana perasaan gue?
Enggak kan?

Hah? Kok bisa nemplok di muka? Emang nggak pake helm?

Pake lah! Cuma….. kacanya gue buka… :””)

Selain 4 kenangan buruk itu,  ada kenangan awkward bersama kecoa yang pernah gue alamin juga.

Waktu itu, gue sama Meta lagi makan di salah satu angkringan yang ada di Citra Raya. Saat sedang asik-asiknya makan sambil ngobrol, munculah satu kecoa yang berlari ke arah gue dan Meta. Gue langsung sigap berdiri, dan siap-siap untuk lari, sementara itu Meta masih duduk sambil ngetawain gue yang lagi panik.

“Puti lebay banget sih?! Tuh kecoanya udah ilang tuh, mana nggak ada? udah duduk lagi aja sih"

“Takut sama kecoa itu wajar kali, dari pada kamu, takut sama kucing, kan malah aneh!”

“Kecoa itu kan lucu, Put”

“Lucu ko ndine, Ta?”

Itu lah Meta, takut sama kucing dan malah bilang kalau kecoa itu lucu.

Setelah memastikan bahwa kecoa itu sudah pergi, gue kembali duduk untuk melanjutkan makan.

“Eh, tadi ngomong-ngomong kecoanya kemana ya, Put?”

“Lah, nggak tau, tadi katanya udah pergi?”

“Jangan-jangan kecoanya masuk ke gelas ini lagi?” Meta nunjuk gelas yang berisi jahe susu miliknya.

Meta masih belum berhenti ngeledekin gue, sampai tiba-tiba…
 “Putiiii…. Ini apaaaan?!!”

“Apasih, Ta?!”

 “Inii…” Meta menyodorkan piring makannya.

“ANJEEERRRR!”

Ternyata kecoa yang tadi menghilang, bukan nyemplung ke jahe susu tapi malah bersarang di makanannya Meta.

“Masih untung nggak kamu makan ya, Ta? Kan nggak keliatan kayak kecoa, siapa tau kamu mikirnya itu baso bakar”

Setelah kejadian itu, gue sama Meta nggak pernah datang lagi ke angringan tersebut. Padahal sebelumnya itu adalah tempat favorite kami berdua.

Sek.. sek…
Loh? Iki ngopo dadi ngomongke coro yo?
Wah Puti iki, cen ra beres uteke..

Oh , iya ya? Tadi kan di atas lagi ngomongin drama Korea kan ya? Kenapa malah jadi gagal fokus ngebahas kecoa?

Ehm..

Uncontrollably Fond atau UF..

Nganu…

Lah, gue lupa mau cerita apaan jadinya…

#kriik -_-(3)

***

Meanwhile di dunia kecoa



Sedikit informasi buat kalian juga nih,
Menurut komik chibimarukochan yang pernah gue baca "jika kita melihat 1 kecoa, maka ada 40 kecoa lainnya yang sedang bersembunyi"


  48 komentar:

  1. Wow. Keren tuh Put masih inget mau ngeblog di hari Sabtu, jadi konsisten. Kalo gua udah mangkrak ga beraturan jadwalnya hehe.

    Duh, kalo ngomongin kecoak mah... tu makhluk satu emang luar biasa. Kalo nemplok suka ga memperhitungkan sikon (toh mereka juga ga kenal sikon manusia). Perjumpaan gua dengan kecoa entah udah berapa kali, tapi yang paling gua inget pas dulu (lupa kapan) lagi mati lampu. Pas lagi di dalem toilet, gua berasa sepi krik krik, karena emang gelap gulita. Tiba-tiba, tanpa peringatan, ada yang nemplok ke muka gua, dan itu adalah kecoa. Haha. Awkward banget dah, untung dia langsung kabur sebelum gua serang balik.

    Lah, itu si Meta unik juga, takut kucing tapi bilang kecoa lucu. Hehe. Dia bisa lihat sisi lucunya kecoak (??).

    BalasHapus
    Balasan
    1. curhat yang konsisten. hehehe

      diserang balik?
      bales nemplok di muka kecoa gitu?
      wqwq

      punggung kecoa kinclong katanya.

      Hapus
  2. wah sangat lucu bos artikelnya bikin ngakak sampai setengah jam niche banget artikelnya saya suka

    BalasHapus
    Balasan
    1. di baca lah teh, masa enggak.

      itu gelap-gelapnan di kamar mandi emang betah teh?

      Hapus
    2. dibaca judulnya doang ya? wqwq

      ya nga betah. ngapain harus betah-betah dikaar mandi. ke kamar mandi kalau ada perlunya doang kok.
      perlu buang air kecil, buang air besar, buat nyari inspirasi, buat tempat galau.

      loh kok?

      Hapus
  3. Buat bahan bacaan para pemuda atau remaja nih!

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang kenapa kalau yang baca om-om sama tante-tante?

      Hapus
  4. Waks kecoa sesuatu yg menjijikan lol.........

    BalasHapus
  5. Kecoa memang bikin geli, tapi ada juga loh yang hobby makan kecoa he..he..

    BalasHapus
  6. Tw g neng
    Itu abang loh yg nyamar jadi kecoa trus nemplok di muka neng
    .
    Abang pernah lagi bobo malem2
    Eh digerayangin kecoa
    Untung kecoanya g hamil
    .
    Trus poster abang ada g di kamar eneng?

    BalasHapus
    Balasan
    1. pantesan muka abang melong-melong ya.

      ngga nanya bang.

      adanya di kaver yasin.

      Hapus
  7. Busheet betah banget nonton!!

    Cerita dari jam dinding-lampu mati- pengalaman bersama kecoa. Gak bisa bayangin, gimana takutnya abis nyemprot kecoa terus diserbu grombolannya. Ckckckk

    Untung sama Meta kecoanya g dimakan, kan tambah lucu tuh ceritanya. Jadi ntar takut kucing dan kecoa. ehehee

    Baru tau kalo ada kecoa brarti ada 40 kecoa lainnya yang sembunyi. Serweemm

    BalasHapus
    Balasan
    1. wqwqwq

      mending kalau nantinya jadi takut sama kecoa. lah kalau jadi doyan??

      Hapus
  8. nah lo, itu kecoa bisa salah alamat iiiiii beneran nih gue jadi nggak nafsu sarapan pagi
    kepikiran kecoa
    ya udahlah tunggu ingatan pada kecoa ilang dulu baru bisa sarapan

    BalasHapus
    Balasan
    1. ((kepikiran kecoa))

      keburu makanannya di grumutin kecoa. mbak.
      ehe he he

      Hapus
  9. CUPU SEKALI TAKUT KECOA. GUE DONG, BERANI SAMA KECOA. KALO KECOA TERBANG, BARU GUE TAKUT. *LAH*

    Hmmmm... kejadian yang lo alamin gak ada apa2nya dibandingin sama temen gue yang beli roti bakar, pas digigit taunya isinya anak kecoa :|

    BalasHapus
    Balasan
    1. ASTAGHFIRULLAH. MAKAN KECO? ITU GIMANA RASANYA...

      KOK BISA???

      Hapus
  10. Dulu aku ga takut kecoa .
    tapi semenjak tau kecoak mengandung parasit nakal aku jadi takut :)
    tapi tetep takut sama Allah adalah number one wq

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pokoknya nggak ada satupun hal positif an baik yang ada pada kecoa.

      Hapus
  11. Asyiklah meski kecanduan drama Korea, tapi tetep konsisten. Mantap!

    Gimana ceritanya kecoa nemplok di muka? Kalau laler okelah. Itu kecoa emang terbangnya sejauh apa, sih?

    Gue nggak takut ama kecoa. Emang, sih, kakinya geli-geli gitu kalau udah nyentuh kulit. Tapi ya biasa aja. Kalau udah yang pada terbang gue baru takut. Entah kenapa. Pokoknya selalu keingetan sama film Mimic yang kecoa pada masuk tubuh itu. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. saik!

      nggak tau, orang pas di jalan.

      jangan bilang kalau kamu menikmati gerayangan kecoe-kecoa itu? anjir lah. hiiih

      Hapus
  12. wow......
    terkesima, terkejut, muntah-muntah, mual, pusing, kelebet nguyuh mbarang pas baca bagian ini====> Kecoa merupakan makhluk mitologi kuno yang konon bagi orang-orang tertentu kehadirannya lebih menakutkan dari pada kehadiran mantan.

    aww awww awwwww.....
    AKU TERHERU....

    BalasHapus
  13. Nak, coba deh sekali-kali kamu mandi. Jadi teman-temanmu tidak datang kepadamu. Oke?

    BalasHapus
    Balasan
    1. nga mau. takut kulitya tipis kalau mandi terus.

      Hapus
  14. JADI ADA 40 KECOA DI BAWAH KASUR GUE YA TUHAANNN :'(

    Hahahha liat di lantai aja bikin merinding abis
    Apalagi nemplok di idung ya ampun serem banget pasti hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. di bawah kasurmu sekarang udah berubah jadi peternakan kecoak. hayolooo

      bukan serem lagi, tapi ngeri!

      Hapus
  15. Jujur aja nih, sebagai seorang pria sebenernya gw juga takut banget sama kecoa. Eh bukan takut deh, cuman jijik aja. *SamaAja* . Btw Quote terakhirnya keren banget :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. jijik sama takut iru beda ya..
      kalau sama, berati hantu itu menjijikan atau menakutkan?

      Hapus
  16. Baru ngeh kalau di dialog itu ternyata kecoak benci kebersihan wkwkwk
    *Brb bersihin kamar yang udah kayak kapal pecah*

    BalasHapus
  17. Dihhh kecoaaaa nggak takut tuh akuu sini mau kuinjek aja kecoaknya, etapi gapake terbang ya kecoak, sumpah ngeri kalo terbang :((

    BalasHapus
  18. antara kecoak dan drakor
    #ehm....

    BalasHapus
  19. Tenang neng klo ada kecoa panggil Mbah.. nnt Mbah suruh Mang Lembu kemari hehehe ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak mau, nanti kecoanya malah makin betah.

      Hapus
  20. GUE BAYANGIN YANG KETEMU GENG KECOAK JUMLAH 6 AJA UDAH MERINDING EH DI BAWAHNYA DIKASIH GAMBARNYA LAGI MAU ANDA AA HAH SAUDARA PUTI?! *fogging kontrakannya*

    BalasHapus
    Balasan
    1. TENANG MAS ADII... TENANG..
      YA ALLAH..
      SAKING MERINDINGNYA SAMPE-SAMPE GAK FOKUS NGASIH KOMENTARNYAA..
      NIIH KECOA NIIIHHH...

      Hapus
  21. idiiiih baru aja tadi malem aku liat kecoa, apa iya masih ada 40 kecoa lainnya? #gubrak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, percayalaaahhh... percayalaaahhh...

      Hapus
  22. Anjir kocak banget itu foto yang kedua ha ha ha.

    Kalo aku sih gak takut sama kecoa, cuma kadang suka kaget pas tiba-tiba muncul. Pergerakannya cerpet banget. Susah ketebak.

    Jadi gimana, sekarang udah diganti belom baterai jam sama lampu kamar mandinya cees?

    BalasHapus
    Balasan
    1. intinya takut, kan?

      beloman, ganti kontrakan aja biar greget..

      Hapus
  23. Kok aku ngakak ya ada sebutan 'geng kecoa' :( wkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. mereka mau nyaingin geng hitznya si Genji :"

      Hapus

Tinggalin jejak dulu ya sebelum close tab,.. ^0^
Biar bisa dikunjungin balik \m/

Aku Adalah

Puti Andini

Pengabdi Wifi Telkom...

Bagian dari

Your Lucky Number

Kategori