23 Okt 2016

Sabtu oh Sabtu

“Mbak nanti mau kondangan nggak? Tanggal tua neeh!” Tanya gue sama mbak-embak yang lagi duduk di sebelah gue, namanya Andri.

“nggak tau nih, lagi bokek juga..” jawab dia.

Tiba-tiba mas Bandi (spv di divisi gue) duduk disebelah gue dan bilang “gimana kalo kondangannya pas istirahat nanti, biar sekalian bisa makan siang gratis. Ya anggep aja  uang kondangannya buat beli makan siang”

Seketika gue dan mba Andri saling menatap , kemudian  kami berdua berciuman setuju dengan saran mas Bandi. 

Tanpa ba.bi.bu,  gue pun langsung mengajak temen-temen gue yang lain untuk menjalankan siaasat yang penuh dengan modus ini secara berjama’ah, agar pahalanya berlipat ganda.

Sesuai dengan harapan gue, mereka pun setuju. Sekali dayung, dua tiga piring tandass! Begitu ucap mereka yang terdengar begitu bersemangat. 

Setelah menghitung jumlah jama’ah yang akan berpartisipasi dalam Gerakan Karyawan Pabrik Tanggal Tua atau bisa disingkat dengan (GKPTT), mas Bandi si ketua GKPTT mengeluarkan ide brilliant lainnya, yaitu, dia membuatkan amplop dengan kertas hvs "biar iritnya tambah greget” begitu dia bilang. 

Kami pun mulai berdiskusi tentang berapa jumlah nominal uang yang akan dimasukan ke amplop. Salah satu teman gue kemudiam mengutarakan teori nggak-mau-ruginya,yang kurang lebih seperti ini ; 
“Kalau kita makan siang di rumah makan padang kankurang lebih habis 17ribu, nah, biar nggak rugi kita kondangan 20ribu aja. Lagian juga kita nggak telalu kenal sama orangnya “
Dan ternyata semuanya…. sepakat! 

Terkutuklah kami semua Ya Tuhan.

Kebiasaan menyebalkan para karyawan pabrik ketika akan mengadakan hajatan adalah mereka selalu mengundang semua karyawan pabrik tanpa terkecuali. Mereka (si yang hajat) bakalan minta daftar nama karyawan sama HRD buat ditulisin di udangan. Mereka ( si yang hajat) nggak begitu peduli, entah dia kenal atau enggak, pokoknya semuanya harus di undang. 

Gue sering kesel sama mereka (si yang hajat), karena setiap kali gue lagi lewat pos satpam dan si satpam tiba-tiba nyegat gue sambil bilang “ Put, ada titipan undangan nih”, kening guepun langsung mengkeret, mencoba berfikir dengan keras, Mamit? MAMIT, siapa si ya allah” :’( 
Lha wong gue aja nggak tau dia yang mana, pernah ngobrol juga enggak, tiba-tiba dia ngundang gue . 

Mereka harusnya berfikir ulang buat ngundang orang-orang yang nggak mereka kenal, karena siapa tau mereka malah salah ngundang orang, seperti halnya gue dan temen-temen gue yang nggak mau rugi ini. Bhahah :v . maka rasakanlah!

Bel istirahat sudah dikumandangkan,  kami ber-8 segera bergegas ke lokasi hajatan yang kebetulan nggak begitu jauh dengan lokasi pabrik. Kurang lebih sekitar dua seperempat menit jika ditempuh dengan menggunakan sepeda motor.

Sesampainya TKP, entah karena dorongan rasa lapar yang menjadi-jadi atau apa, gue juga nggak ngerti, dua orang temen gue, Fitroh dan mba Anita langsung berjalan menuju tempat parasman, sementara gue dan temen-temen yang lainnya ngucapin selamat ke mempelai pria. Sebenernya gue pengen bisikin ketelinga si mempelai pria “mereka bukan rombongan kita,mas, suer deh!” sambil nunjuk mereka berdua yang lagi asik mindahin makannan ke piring mereka. Tapi gue urung kan niat gue, mengingat kemungkinan gue bakalan digampar istrinya karena mepet-mepet ke suaminya.
dari kiri ke kanan ; mas Avian, mab Tari, mba Anita, Fitroh, Pengantennya (lupa namanya siapa), mba Maya, mba Andri, Selgom, dan mas Bandi.

Merasa sudah cukup untuk berbasa-basi, gue dan temen-temen gue yang lainnya langsung menuju ke pokok tujuan kita datang kesini, yaitu makan.
kunyah terus!!
"yang ini bisa dikantongin nggak ya?"

Perut kenyang, hati senang, kami pun pulang.

Hari Sabtu merupakan hari yang mengharuskan kaki gue bekerja lebih cepat daripada otak, gimana enggak? jadwal kuliah gue jam 3, iya jam 3, padahal gue keluar kerja jam setengah 3. Bisa dibayangin gimana gue harus gece ke kampus, nyari-nyari tebengan ke depan, dan bermacet-macetan di angkot, dan itu nggak cukup dengan waktu cuma setengah jam. Ditambah, hari Sabtu adalah hari menuju malam minggu. Gak perlu dijelasin, kalian yang udah baligh pasti ngerti.

Beberapa menit sebelum bel pulang bunyi, spesial untuk hari Sabtu, biasanya gue udah ready duluan di pos satpam. Hari Sabtu itu kudu, harus, musti, wajib TengGo. Namun apa yang terjadi seteah gue cekroll absen “BRESSSS, DUAARRR” hujan deres yang tiba-tiba turun disertain dengan gluduk. Kalian bisa bayangin gimaa perasaan gue saat itu. Hancur!

Gue berjalan menuju pintu lobi, dan berharap ini semua cuma mimpi. Sempat terlintas di pikiran gue buat bolos kuliah, “hujan-hujan gini enaknya tiduran dikasur sambil ena-ena sama bantal guling” bisik setan di kuping kiri. Dan malaikat dikuping kanan pun menjawab “ ada baiknya sebelum tidur makan indomie kuah rasa soto pake telor, cabe rawitnya lima dan sawinya sekebon”.  
Bhangkay! ini setan sama malaikat malah bikin gue dilema gini sih?! 

Setelah gue pastikan lagi, ternyata yang berbisik di kuping sebelah kanan gue adalah si setan, lalu, kemana gerangan si malaikat? Oh rupanya dia lagi tidur sambil ena-ena, sama bantal guling . Bajirut memang!

Jam udah menunjukan pukul 14.45, gue masih berdiri di depan lobi mengharapkan akan datangnya keajaiban. Sambil ngitung kancing baju “bolos, enggak, bolos, enggak” kalo sampe ujung kancing ternyata “enggak” gue bakal ngulangin lagi sampe berakhir dengan “bolos”. Nthaps!
Gak lama kemudian, gue liat hujan deres udah mulai berubah jadi gerimis, yang lumayan deres juga. karna gak mau meniya-nyiakan kesempatan emas ini, akhirnya gue nekat lari keparkiran kayak orang kesetanan buat nyari tebengan. Seperti yang udah gue bilang, kaki gue bisa  bergerak lebih cepat dari pada otak gue.

Singkat cerita, gue sampai dikampus jam 15.20 dengan kondisi baju kayak gembel. Iya, baju gue kecipratan genangan air yang ada dijalan ketika gue berdiri di pinggir jalan buat nunggu angkot. Sedih baget lah kalo diceritainmah :"(

Gue adalah mahasiswa langganan telat di hari Sabtu, dosen gue untungnya udah memaklumi itu, dengan konsekwensi gue harus siap jadi bulan-bulannanya dia ketika pelajaran berlangsung. Hari itu cuma ada dua mata kuliah, yaitu Akuntansi dan Ekonomi. Sepertinya semesta sedang berkonspirasi buat menguji kesabaran gue lagi, tanpa persiapan apapun, ke dua makul itu mendadak ngadain pre-test. Kampret sekali bukan?!

Ditengah semua keputusasaan ini, ingin sekali rasanya gue menyampaikan penggalan hadits ini kepada bapak dosen ;
“Barang siapa yang mempermudah kesulitan orang lain, maka Allah ta’ala akan mempermudah urusannya di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim).

Entah bagaimana caranya gue melewati itu semua, yang jelas gue lihat jam tangan udah menunjukan jam 18.05, gue tersenyum lega, itu tandanya semua mata kuliah sudah berakhir, hanya menyisakan kondisi gue yang udah nggak karuan.
kurang lebih seperti ini
Senyum gue tiba-tiba mengkeret lagi setelah gue inget kalo malam ini gue ada jadwal buat nugas sama temen-temen kelompok gue. Angan-angan tentang kasur dan indomie telor pun mendadak sirna seketika.
Gue cuma bisa berharap mereka amnesia dan lupa kalau ada jadwal buat kelompokan. 

Ditengah keributan kelas, gue mencoba berjalan jinjit-jinjit menuju pintu kelua, tanpa sepengetahuan mereka. Ketika tangan gue sempurna memegang gagang pintu itu, dan kemudian memutarnya, tiba tiba gue denger seseorang manggil  gue.

“woy, put, mau kemana lu? Jadi kan malem ini?”

Gue sadar, dia adalah temen satu kelompok gue. mulut ini berbisik “faklah”

Sambil nyengir kuda gue pun menjawab dengan nada sok tegar  
“saya mau ke mushola dulu, mas (alibi). Ma ngerjain tugas, ya? Hmm iya, jadi kok, nanti saya tunggu di samping perpus”

“ok!” jawab dia mantap.

Gue melangkah gontai menuju ke perpustakaan, sampai di sana, gue ngeliat mereka udah pada kumpul.
Setengah jam untuk bahas tugas, dan dua jam untuk  bahas hal-hal yang awalnya nggak peting, tapi lama-lama jadi bahasan yang yang cukup berat untuk sebuah bahasan malam Minggu.

Percakapan dimulai dari gue yang bertanya perihal agama sama salah seorang temen kelompok gue, mas Syahroni. Dari awal gue liat dia di kelas, gue yakin dia adalah tipe orang yang pemahaman agamanya baik. Terus mas Dani ikut-ikutan nanya soal mimpi-mimpi aneh yang sering dia alami, dan mas Musa yang mengeluh kenapa dia sekarang lalai daram beribadah.

gerimis syahdu di malam Minggu dan  bahas soal kematian.

Semuanya dijawab dengan santai oleh mas Syahroni. Dia bahkan menceritakan tentang salah seorang temannya yang pernah mengalami mati suri. Dia cerita bagai mana awal mula temannya itu meninggal sampai ada di alam kubur. Apa aja yang temennya lihat di sana, temennya juga bilang tentang jembatan siratal mustaqim. Banyak banget pokoknya, sampe-sampe gue minta mereka berhenti ngobrol. Gue merinding banget. Sumpah.

Gue sempet bilang kalo gue nggak percaya sama temennya mas Syahroni itu, tapi kemudian mas Syahroni malah nantangin gue buat ketemu orangnya secara langsung. Jelas gue tolak! Gila aja, Cuma dengerin dari mas Syahroni aja gue merinding apalagi dari orangnya langsung.

Sampai akhirnya hujan turun lebih deres lagi, kami ber- 4 memutuskan untuk masuk kedalam kampus dan tetap melanjutkan sharing sambil nunggu hujan reda.

Acara nugas gue kali ini nggak zonk lagi kayak yang sebelumnya, yaitu nugas cuma buat jadi ajang pdkt bagi pihak tertentu. Hih!

Hujan reda, dan gue memutuskan buat nyari tebengan pulang.

“Akhirnya hari Sabtu gue sudah berakhir, selamat malam minggu buat kalian para insan yang sedang bersiap untuk ena-ena di kasur sama batal guling” guemam gue sambil benerin selimut.

7 Okt 2016

PMS all Day Long

Dua hari yang lalu, berati  tepatnya hari Rabu , ah elah ribet amat tinggal bilang hari Rabu doang juga.

Iya oke, gue ralat. tukang bakyaknya lagi PMS nih.

Jadi, hari Rabu kemarin gue mengalami Disminore (-lagi) untuk yang kesekian kalinya. Buat kalian yang belum tau Disminore itu apa, biar gue jelasin secara singkat menurut pengetahuan dan pengalaman gue aja. 

Disminore itu adalah rasa nyeri dibagian bawah perut yang dialami oleh perempuan ketika hari pertama dia menstruasi. Rasa nyeri ini disebabkan oleh luruhnya sel telur di dinding rahim karena tidak dibuahi.
 #CMIIW 

Dan kalian tahu? 

Bukan lah, mereka manusia

Mending kalo nyeri doang di bagian bawah perut, lah ini mah komplikasi. Berasa kayak mau ngelahirin! Suer deh.

Gejala awal ketika seorang cewe mengalami PMS (Pre Menstrual Syndrom) adalah perrubahan mood yang sangat cepat, bentar-bentar ngambek, tiba-tiba ketawa sendiri, abis itu nangis. Jadi sebenernya cewe PMS sama orang gila itu hampir sama, mungkin. 

Dan udah bukan rahasia umum lagi kalo “Siapapun kalian, nggak bakal menang lawan cewe PMS” lha wong cewe PMS nabrak tembok aja, temboknya yang minta maaf. Ka-ta-nya-sih , kalo gue mah nggak pernah tuh ngalamin hal kayak gitu. Yakali tiba-tiba gue gak sengaja kesandung batu pas gue lagi PMS , terus itu batu tiba-tiba ngegelinding nyamperin gue sambil bilang “maaf neng, aku yang salah kok” yang ada gue langsung pingsan di tempat.  

Tapi aneh juga ya, emang itu tembok tau ya kalo cewe yang nabrak tadi lagi PMS, kok pas ditabrak dia bisa langsung minta maaf? 
Auk ah, jadi puyeng pan gue.

Supaya kalian tau, apa aja sih yang cewe rasaan ketika dia PMS? Supaya lebih simple kalian bisa liat tabel dibawah ini :

source : Google Image

Simple palelu mleduk! 

Kelakuan gue yang paling absurd saat PMS adalah; suka tiba-tiba sedih, suka tiba-tiba pengen nangis, suka tiba-tiba pengen jadi pacar kamu. Ya, itulah namanya mood swing. Ketika gue sadar akan perubahan-perubahan mood gue yang terjadi secara random, gue biasanya langsung nginget-nginget tanggal “wah tanggal berapa nih? kayaknya gue mau dapet nih, makanya perasaan jadi nggak karuan banget!” atau "wah udah waktunya bayar uang kontrakan, pura-pura amnesia ah" . Kalo uudah gitu sih, gue cuma bisa pasrah aja, membiarkan semuanya seperti apa yang mood gue mau. 

Buat kalian para cowo “kalian nggak bakal pernah ngerti deh :’(“.

Selain itu, fisik gue juga mengalami hal yang sama saat PMS, jadi absurd juga. Sakit badan yang cuma sebelah lah, digretek-gretekin gak bisa lah, kan KZL. Atau sakit di bagian (maaf) dada, yang kalo jalan doang bisa kerasa  linu banget, mual-mual tiap bangun tidur. Itu berlangsung sekitar satu minggu sebelum si  “tamu” itu datang, artinya gue PMS selama satu minggu (kurang lebih).

Kalo tiba-tiba kamu ngerasa mules dan mual-mual secara besamaan,tapi pas kamu nongkrong di wc dan berkali –kali mengeluarkan jurus kamehame tetap tidak terjadi apapun? kamu perlu waspada kalo kamu bakal masuk zona Pas Menstrual Syindrom atau bisa disingkat juga jadi PMS, jadi tinggal nunggu timing yang tepat aja buat “tamu” sampe.

Nah, pas hari Rabu kemaren gue nggak sadar kalo ternyata “tamu” gue dateng. Pas gue berdiri (posisi gue lagi duduk lesehan di lantai) “lah itu apaan kok kaya kecap? Siapa nih yang makan baso? Kok gak bagi-bagi?” gumam gue sambil meraba-raba celana gue. Dan setelah gue sadar, guepun mulai panik. Kenapa gue panik?

Pertanyaan bagus!

Karena hari itu adalah jadwal gue kerja Shft 2, kalo “tamu” gue datang pagi menjelang siang, nggak bakalan bisa dihindari lagi kalo gue bakalan berkontraksi satu atau dua jam setelah itu, sementara gue harus berangkat kerja.

DISMINORE ADALAH HAL YANG MUTLAK BAGI GUE.

Temen-temen gue mungkin ngalamin Disminore juga , tapi enggak tiap bulan dan enggak sesakit gue. Makanya mereka sering bilang kalo gue lebay. Tapi gue berani bersumpah, Demi Allah, perut gue rasanya diaduk-aduk dari dalem terus diplintir-plintir, semakin banyak gue gerak, maka akan terasa semakin sakit. 

Selain itu, kaki gue, terutama di bagian lutut bakal mendadak berasa panas dan lemes , itu bikin gue nggak bisa buat berdiri lama-lama. Padahal gue butuh jalan buat bolak balik kekamar mandi karena ulah syaraf otak gue juga yang mendadak nggak bisa nanggepin apa yang sebenernya gue rasain, kayak kebelet pupup tapi kok enggak keluar apa-apa, lapar tapi kok nggak pengen makan. 

Puncaknya rasa sakit itu adalah ketika keringet dingin mulai mengalir dan badan gue mulai gemeteran kayak orang lagi meriang. Disitulah gue langsung ambil panci buat bikin air panas.
Air panas buat apaan?

Pertanyaan yang sangat bagus lagi!!

Air panas itu bakal gue masukin kedalam botol, yah mau apa aja kek yang penting ada tutupnya dan bisa ditaro di atas perut gue. Botol yang berisi air panas itu gue pake buat ngompres perut gue, sejauh ini cuma itu obat yang paling manjur buat meredam rasa sakit.

Setelah kompresan jadi dan udah gue taro sedemikian rupa diatas perut gue, gue bakal maksain buat tidur, padahal mana mungkin selimut tetangga bisa tidur dalam kondisi perut yang sakit. Tapi gue selalu optimis, kayak Harry Potter yang bakal bayangin hal-hal bahagia supaya bisa ngeluarin mantra Patronus-nya, gue juga melakukan hal yang sama. Tepatnya gue bakal ngayal, ngayal apa aja yang penting ena dan bisa bikin gue ketiduran. 
Kenapa gue harus tidur?

Nanya mulu anjir!

Karena, rasa sakit itu bakalan sedikit hilang ketika gue bangun tidur, jadi kalo gue nggak tidur-tidur , sakitnya juga gak bakal ilang-ilang. Kalo dipikir-pikir,  kegiatan gue tidur sambil meluk botol ini selalu rutin gue lakukan tiap bulan yah? Terus tidur sambil meluk kamunya kapan dong?~yaelah
Tapi, hal itu bisa gue lakukan ketika gue lagi ada di rumah, kalo gue lagi nggak dirumah? Di tempat kerja misalnya? lagi-lagi gue cuma bisa pasrah aja sama Yang Maha Memberi gue izin buat tiduran di klinik.

Ehehe

Gue pernah beberapa kali periksa ke Dokter tentang masalah Disminore yang gue alamin ini, dan setiap gue ke Dokter, Dokternya selalu bilang “Disminore mah hal wajar Dek, apalagi kamu belum nikah” terus abis itu ngasih obat cacing penghilang rasa nyeri. 

Dan guepun pulang. 

Gitu terus masa :’(

Disminore paling parah yang pernah gue rasain itu ketika gue SMK dulu, gue sempet pingsan saking lemesnya. Itu adalah Disminore tersakit-dari-yang-paling-sakit.

Gue juga sering ngeluh tentang hal ini ke ibu gue, kata dia sih dulu dia juga kayak gitu kalo lagi PMS. Makanya, yaudahlahya mogimana lagi, terima nasip aja, mungkin karena keturunan. 

Kabar baiknya adalah, Untung itu cuma sehari aja, hari-hari berikutnya cuma pegel-pegel biasa dan linu dibagian “itu”.

Gejala Pre Menstrual Syindorm yang disingkat jadi PMS udah
Pas Menstrual Syndrom  yang ternyata singkatannya juga PMS, udah. Ehm gue belum ngasih tau. Biasanya PMS yang ke-2 ini berlangsung sekitar satu minggu juga.

Dan yang terakhir adalah Post Menstrual Syndrom, yaitu gejala yang timbul ketika "tamu" itu sudah pergi. 

Di PMS yang ini gue masih ngerasain yang namanya pegel-pegel berkepanjang dan juga sering ngerasa puyeng, apalagi pas abis jongkok. Efek kekurangan darah kaliya?

Ehe, aneh memang! Ini juga berlangsung sekitar satu minggu.


Tunggu dulu, Post.Menstrual.Syndrom....
Keren! Ternyat Singkatannya juga PMS. Gilak! Ini pasti ada konspirasi. 

Muhahaha~

Yak tuls sekali, ini adalah konspirasi kami, para wanita agar bisa menguasai dunia. 

huahahahaha

Dear para cowo (-lagi) jangan heran kalo cewe klean hobinya marah-marah mulu. Inget, dalam sebulan dia sehatnya cuma satu minggu, selebihnya sakit terus. Mohon minta  pengertian dan coklatnya sekalian.

Jangan sampe kejadian kayak gini ;

“Sayang kok kamu marah marah mulu? Lagi PMS ya?”
“….”
“kok kamu diem sih yang?”
“kamu bisa diem nggak sih, IYA AKU LAGI PMS! Puas kamu sekarang hah! Turunin aku disini, BURUAN!”

Satu minggu kemudian…
“Sayang cemberut aja ih, emang PMSnya belom kelar ya?”
“Iya belom!”

Satu minggu kemudian…
“sayang kamu masih manyun aja sih? Belom udahan juga PMSnya” 
Lalu si cowo mulai mikir yang iya-iya. Dia mikir mangkin si cewe  udah nggak bisa diselamatkan lagi, karena dia tau bahwasanya PMS paling lama cuma satu minggu, sedangkan cewenya ini sudah tiga minggu berturut-turut mengatakan hal yang sama, "aku lagi PMS" 
Si cowo nggak mau ambil resiko kalau harus jadi bulan-bulanan cewenya yang terus-terusan PMS

dan akhirnya merekapun putus gara-gara PMS yang berkepanjangan. Tamat.

Astagfirullah, ngelantur amat ya gue?

Eh tapi nulis di jam-jam segini tuh emang enak ya, jari-jari kita berasa kayak bisa ngetik dengan sendirinya. Iya nggak sih? 

Biasanya dibantuin jari siapa emang?

yaudahlah, sekian dari gue.
anak cans nggak boleh bobo malem-malem. (cans, macans maksudnya)




ps : gue tekankan lagi, gak semua perempuan mengalami Disminore ekstrem kayak gue kok, yang wajar terjadi biasanya cuma mules-mules doang sedikit.

2 Okt 2016

Yang lain Kuliah buat Kerja, Kalo gue?



Akhirnya gue kuliah lagi setelah tiga tahun lulus dari SMK. Gak kebayang kan gimana kondisi otak gue setelah nggak dipergunakan selama tiga tahun lebih, KARATAN! Itu udah pasti. 

Lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan, gue memutuskan buat kerja. Keputusan gue buat kerja, bukan semata-mata karena gue pengen kerja, justru sebaliknya, gue malah pengen banget ngelanjutin sekolah lagi ke Perguruan Tinggi. Dan gue emang nggak pernah ngutarain tentang keinginan itu sama ibu gue, karena gue paham kondisi ekonomi keluarga yang nggak memungkinkan. 

Beda sama klean-klean yang lulus Sekolah Menengah langsung bisa lanjut kuliah tanpa mikir biaya. Waktu itu gue ngambil jurusan AKUNTANSI, padahal gue sendiri masih belum tau passion gue passion gue apa. Nah loh?! Gada hubungannya kan? Jadi gini, Di SMK tempat gue sekolah dulu cuma ada dua jurusan aja ; Teknik Mesin Industri dan Akuntansi, menurut gue, Akuntansilah yang paling cocok dengan gender gue. 

Tiga tahun gue bergelut dengan angka-angka tak kasat mata, yang jumlahnya bukan serebu duarebu lagi :’) ratusan juta men. Karena di Akuntansi kita lebih dominan diajak berhayal dengan contoh-contoh soalnya, yang justru bikin gue nggak mudeng-mudeng karena duitnya cuma berupa tulisan doang, coba kalo duit beneran, pasti melek nih mata. haha bohong ding.

Perlahan-lahan tapi pasti mulai terlihat ada perubahan dalam diri gue, mulai dari tingkah laku sampe pola pikir karena kebanyakan ngayal. Yang tadinya kalo bel pulang sekolah langsung pulang ke rumah, gue pasti nongkrong dulu di warung sambil minum teh sisri, atau yang lebih ekstrem lagi, gue lebih sering di temukan berada di are-area yang wifinya kenceng, daripada di kelas. Memprihatinkan banget ya, gue.

Nggak kerasa waktu bergulir dengan cepatnya, tau-tau besok udah penguman kelulusan. Jujur, gue waktu itu deg-degan, dan sampe sekarangpun masih deg-degan. Gue belum siap kalo harus berhenti deg-degan.halah ~  gue lulus dengan nilai yang biasa-biasa aja, tapi yang gue banggain adalah, setelah gue lulus gue bisa langsung kerja, padahal Ijazah aja belum keluar, jangankan Ijazah, acara perpishan sekolah aja gue nggak bisa ikutan.

Keuntungan bersekolah SMK adalah, SMK punya semacam Bursa Kerja Khusus buat penyaluran kerja untuk para lulusannya. Jangan salah, walaupun sekolah gue dicap sebagai sekolah kacangan, yang katanya masuk jam sembilan pagi dan pulang jam sepuluh  pagi (padahal itu cuma hoax doang sumpah, jam itu berlaku kalo pas pembagian Rapor doang kok), tapi BKKnya joss. Sekolah-sekolah yang katanya unggulan aja nyalurin kerjanya lewat sekolah gue. Dari situ gue percaya, dimanapun kalian bersekolah, maka kalian akan pake seragam. Apaansih -_-

Singkat cerita, SINGKAT APAAN WOY! Dari gue lulus SMK sampe detik sekarang gue ngetik ini, gue masih kerja ditempat yang sama. Kasarnya gue terjebak di dalam zona nyaman lah. Gitu tah nya, akang, eteh.

Niat gue buat ngelanjutin sekolah Perguruan Tinggi masih gue ke-pending diawal-awal gue kerja. Gue harus nabung dulu, gitu kan ya? Tapi apalah daya ini, ternyata nabung itu nggak segampang yang gue kira, karena selalu ada aja kebutuhan baik yang bener-bener urgent ataupun yang di-urgent-urgent kan.

Dan pada akhirnya, di tahun 2016 inilah gue dikasih kesempatannya sama Allah SWT untuk mewujudkan apa yang gue impikan dari dulu. Minta tissue dong gaes :’’) Walaupun udah sedikit, ehem ketuaan. Emang bener ya, yang namanya waktu itu nggak bisa di puter ulang, padahalmah sekarang juga sama aja, gue kuliah ngandelin nekat doang, nggak ada tuh yang namanya nabung-nabungan, ternyata segala sesuatu kalo udah dijalanin pasti bakalan nemu aja jalannya. Tissue lagi dong!

Sedikit terlambat, gue daftar kuliah ketika pendaftaran gelombang dua udah ditutup, lumayan kampret juga sih. Soalnya biaya tiap gelombang itu ternyata emang beda.

Tanggal 18 September gue OSPEK. Sebelum Ospek, gue udah beberapa kali ke Kampus buat persiapan Ospek. Mulai kenalan lagi sama banyak orang-orang baru. Kebetulan gue nggak sendiri, ada salah satu temen gue, namanya Meta. Dia sama kayak gue, alumni tahun 2013, kerja di tempat yang sama  bareng gue. ya, seengaknya dan seiyanya ada yang masih senasip dan sepenanggungan sama gue. 
(SelGom, dan Fansnya)
Masa-masa pra-Ospek lumayan agak garing buat gue.Selain karena faktor umur, temen-temen gue juga kebanyakan masih dibawah umur gue. Tapi itu nggak berlangsung lama kok, dari dua minggu kita pedekate, barulah pas OSPEK-nya kita ngerasa deket satu sama lain, telat -_-. Padahal disetiap Gugus(Kelas sebelum Aktif Kuliah) orang-orangnya masih dicampur dari berbagai jurusan, makanya pas selesai ospek dan pulang kehabitat yang seharusnya ada suatu perasaan kayak “ah bangke banget, harus beradaptasi sama orang-orang baru lagi nih” 

(Gugus Palembang)
Gue sekarang ada di kelas 1SIB (semester 1 System Informasi B) ngambil hikmahnya kelas malem. Jadi, paginya gue kerja dan malemnya gue kuliah, nthaps kan? 
terus ngerjain tugasnya kapan? 
Malem dong, di mimpi.

Haha bohong ding.

Gue kuliah cuma 4 kali doang dalam seminggu. Jadi gue masih punya waktu 3 hari buat bobo cantik di kontrakan. Ngerjain tugas woy. eh iya, maksudnya ngerjain tugas.

Ekosistem kegiatan gue, mendadak berubah. ini apaan lagi sih, Put-_-? Gue harus bisa membagi waktu buat semuanya. Kerja, kuliah, baca buku, maen game, pacaran ,stalking mantan dan ngeblog sekalipun. Sejauh ini, yang masih bisa gue lakuin adalah kerja,kuliah dan baca buku, kalo nge-game udah bener-bener jarang banget, nge-blog apa lagi. heh heh heh 

Minggu ini hari pertama gue masuk kuliah, itu artinya juga pertemuan pertama gue sama dosen-dosen (padahal masih sering keceplosan bilang guru) yang nantinya bakalan ngajar di kelas gue. Agak kaget sih dikit. Iya gue lebay, bodo amat. 
Bagi mereka yang masih fresh graduate mungkin biasa aja, lah buat gue? Yang oli otaknya nggak pernah diganti selama bertahun-tahun gimana kabarnya? Turun mesin? Iyalah. Tiba-tiba dosen masuk kelas, (enggak tiba-tiba juga sih, mereka ketok pintu dulu). Perkenalan sebentar, dan langsung ngasih tugas buat persentasi. Anjaylah :(( 
Duh, bukannya gue nggak mampu.. azek. Tapi kalo dipikir-pikir, enak bener ya jadi Dosen, mahasiswanya yang nyari materi kuliah sendiri, belajar sendiri, harus bayar pula. enak palelu, jadi dosen itu minimal banget harus S2, lu kira mereka nggak perah ngerasain jadi kalian apa?#lemparbakyak

Iya udah maap, bukan mau ngeluh, namanya juga masih proses adaptasi, sensi amat sih.

Yaudah, lanjutin lagi ceritanya...

Jadwal gue kuliah itu, hari Senin, Kamis, Jum’at dan Sabtu, kecuali kalo gue ada jadwal kerja shift 2 pas kerja, gue ngambil hari Selasa buat gantiin Hari kamis. So far, gak ada masalah sama jadwal kuliah, sih. Yang jadi masalah adalah jadwal kita bertemu.

Kelas 1SIB, totalnya 60 biji orang. Kurang lebih sekitar 20 orang mahasiswi dan sisanya mahasiswa. Jurusan System Informasi emang kebanyakan bandotnya. Ah elah, gak boleh ngomong kasar ya, Puti, nanti tiba-tiba ada Younglex dkk duduk di sebelah malahmu, berabe. 
Iya, maksudnya lebih banyak mahasiswanya ketimbang mahasiswinya. Di Jurusan ini, buat para cewe-cewe "you have no power here" karena apa? SI itu yan dipake logikanya bukan perasaannya. Di sinilah kaum wanita akan terjajah.

Ketika ditanya apa motivasi gue masuk SI? Jawabannya ada di ujung lagit… kita kesana dengan seorang anak... #dilemparBakyak(2)
Motivasi gue yang sebenarnya, ya karena gue ngerasa emang passion gue disini, di dunia IT.
Pret lah, ditanya kepanjangan RAM aja nggak ngerti kan?
Bangke ih, kalo ngomong suka bener. Terus gue harus jawab apa? Ya nyatanya gue emang tertarik kok, walaupun gue sekarang ini belum ngerti apa-apa, seenggaknya segala hal yang kita sukai kalo terus-terusan dipelajari nanti juga hasilnya,,, Wallahualam sih. Bhahahah. 
Contohnya aja Akuntansi, gue udah bareng-bareng sama dia selama tiga tahun, tapi karena guenya nggak suka, cinta  Akuntansi ke gue cuma bertepuk sebelah tangan, jadi ilmunya nggak nyampe ke sini. #nunjukhati<3

Nggak tau kenapa, gue suka gedek sendiri ketika denger motivasi temen-temen sekelas gue yang lain, rata-rata dari mereka jawab “saya pengen mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan penghasilan yang lebih banyak”, atau “supaya bisa dapet duit banyak”, frontal banget nggak sih mereka? Emang dasar ya otak-otak orang Indonesia itu nggak jauh-jauh dari yang namanya duit, termasuk gue. Tapi, masa iya nggak ada laesan yang lebih luar biasa lagi ketimbang biar bisa dapet duit banyak. Jadi kesannya mereka melakukan segala sesuatu cuma demi duit doang, gue juga. Lebih parahnya mereka malah terkesan nggak bersyukur, iya kan? Apa mereka nggak tau, ketika kita ngerjain hal yang kita suka dalam sebuah pekerjaan, duit udah nggak jadi nomer satu lagi. Eh iya nggak sih? dih atuh nggak tau, lu yang bilang -_-
cuma karena katanya seorang IT bayarannya mahal terus kalian ambil jurusan ini. Kalian salah faham, gaes. Apa lagi kalo kalian cuma iseng doang, udah bukan waktu nya lagi buat "nyoba dulu deh, siapa tau cocok".

Ini kenapa jadi kayak acara-acara motivator gini sih? Postingannya melar kemana-mana ya Allah :’)

Oh iya ada lagi nih yang mau gue sampein sama diri gue sendiri supaya suatu saat pas gue berniat mau ngelanggar terus gue baca ini, jadinya nggak jadi buat ngerlanggar.

Inget ya, bagi gue dan kalian temen-temen kelas gue yang sampe sekarang gue belom hafal namanya satu-persatu. Kalian udah terlalu tua buat bersikap kayak anak ABG lagi, jangan gampang baper, liat yang itu ganteng dikit, terus suka, eh taunya cuma di-php-ini, di-javascript-in, di-html-in, galau, nilai ancur, ip jeblok, ngulang, harus bayar, lagi. Sayang waktu, rugi duit. 
Inget, gimana kamu rela mengesampingkan kebutuhan kamu yang lain supaya bisa bayar kuliah, bayar ongkos transport. 
Inget gimana capenya kalian ketika pulang kerja, masih panas, nggak sempet ganti baju, tapi harus langsung ngampus,lari-larian, tapi sampe kampus telat dan kena omelan Dosen.
Inget, gimana pegelnya betis kamu pas naek turun tangga di Kampus. 
Pokoknya kurang-kurangin deh sifat-sifat childish dan alay pas jaman masih pake rok abu-abu. Taro dulu sifat buruk itu di rumah, jangan dibawa berangkat ngampus.

Ini panjang amat, udahaan woooy. Tiduuur!!
Bawel bets dah, iyaaa, iyaa..

Segini dulu aja ya ceritanya, soalnya mau nyeritain temen-temen tapi beloman ada yang kenal kan. Lagian udah diusir sama tukang bakyak, takuuut.

Malam, Gengs.

30 Sep 2016

Cukup Puti aja, kalian jangan

Berhubung ini postingan awal gue setelah beberapa bulan gak nge-blog, gue mau bikin postingan yang singkat tapi ngena. Asik! 
Sebelumnya gue juga pengen bikin kesepakatan buat (nyoba) konsisten nge-blog lagi.#PretLah
Eh, gue serius, ya minimal sebulan sekali kek, atau bagusnya lagi seminggu sekali, asal jangan sehari tiga kali deh ya, udah kaya minum obat aja. \m/ #recehBets

Bismillahirohmanirohim… Allahuma niat!

***
Lanjut ke cerita,

Gak mau kalah dari Awkarin, kali ini gue juga bakal bikin sebuah confession tentang apa yang gue alamin beberapa waktu yang lalu. Gue sendiri sebenernya pengen nyeritain kejadian ini secara detail, tapi karena gue males ngetik, jadi gue ambil inti ceritanya aja. Kalo akhirnya menurut kalian cerita gue ini gak menarik atau bahkan cerita gue ini adalah cerita terbodoh yang pernah kalian baca, gue cuma berharap, cukup gue aja yang ngalamin hal ini, jangan sampai ada lagi Puti-Puti yang lain.

Seperti yang udah pernah gue ceritakan sebelumnya, hubungan gue sama Elang sempet hampir bubar gitu aja, karena Elang bohongin gue. Elang bohong saat dia bilang dia mau nemuin gue tepat di hari ulang tahun gue, tapi kenyataannya Elang nggak pernah dateng. Dan gue inget di postingan gue sebelum ini, gue bilang, kalo ada hal yang gak bisa gue jelasin kenapa gue akhirnya mau nerima Elang lagi di kehidupan gue.

Elang bilang dia adalah seorang Gay, itu adalah "hal yang gak bisa gue jelasin" yang gue maksud waktu itu. Dengan gegabah, gue malah ngambil keputusan yang salah, gue bersikeras buat mempertahankan hubungan gue itu. Tindakan gue semakin ngawur yang meng-atas-nama-kan cinta.

Tapi akhirnya, beberapa minggu setelah itu, gue resmi bubar sama Elang.

Loh kok bubar?

Iyalah bubar, apa lagi yang harus gue pertahanin?
Tanggal 24 Juni, gue nekat buat nyari Elang di Depok, dan kita memang ketemu. Tuhan Maha Baik, Dia langsung menghancurkan hati gue sampe nggak berbentuk lagi ketika untuk yang pertama kalinya gue ketemu Elang secara langsung.

Kenapa?

Karena Elang bukan seorang Gay,
Karena semua perkataan Elang dari awal sampai detik ketika mata kita bertemu adalah bohong.
Dan..
Karena Elang sebenarnya adalah seorang Lesbian.

Selesai.

Gue bukan tipe orang yang susah move on, tapi gue juga gak memungkiri kalo susasana hati gue saat itu bener-bener berantakan dan kacau. Gue sedih, kecewa, dan gue juga geli sama diri gue sendiri. Rasanya mau marah, tapi gue juga pengen ketawa. Dari sekian banyak patah hati yang pernah gue alamin, mungkin ini adalah patah hati ter-nggak-jelas bagi gue, perasaan gue random banget sampe-sampe gue nggak bisa merasakan sebenernya gue ini sedih atau kenapa sih?
Image result for mistake make you stronger
Sumber : Google Image


let me take a deep breath....

fyuuuuhhhh~ lega banget rasanya.

ps: maafkeun karena gambar gak sesuai sama isi postingan.


Aku Adalah

Puti Andini

Pengabdi Wifi Telkom...

Bagian dari

Your Lucky Number

Kategori