Tampilkan postingan dengan label Drama Korea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Drama Korea. Tampilkan semua postingan

16 Apr 2017

[Maksa Cerita] Tunnel

Annyeong haseyo~

Kembali lagi bersama gue, calon istri masa depannya Park Bo Gum yang sekarang kebetulan sedang menyandang status sebagai pacar resminya Nam Joo Hyuk sekaligus gebetannya Park Hae Jin, dan belum lama ini, gue baru saja mengakhiri hubungan gue dengan Lee Min Ho (padahal Lee Min Ho bersikeras ngga mau putus sama gue, loh).

Semua ini karena gue kasian sama mBae Suzy, yaa, sesama cewee, gue ngerti banget lah gimana perasaan mBae Suzy ini. Gue tau kok gimana rasanya digantungin gitu aja sama gebetan.

Hvft,

Pukpuk mBae Suzy...

RIP yang ngedit. V:

Loh?! Mau kemana? Jangan close tab dulu... 
Jangan pokoknya!

Soalnya sekarang gue mau maksa cerita lagi nih, dan nggak mau tau, pokoknya kalian harus baca…..

Kalau tetep enggak mau….

Mmmm

Ya nggak apa-apa juga sih...

Tapi kalau nanti kalian lagi bawa motor/mobil, terus remnya mendadak blong, itu berarti ulah gue, ya..

ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ....!!!  (ketawa anaq hitz Korea)

Kali ini gue akan menceritakan sebuah drama Korea yang sekarang ini sedang tayang di Korea. Yaitu Tunnel.


Drama yang berjudul Tunnel/터널/Terowongan ini mengisahkan seorang detektif yang terlempar ke masa modern. Drama ini memiliki 3 pemeran utama, mereka adalah Choi Jin Hyuk yang baru saja keluar dari Wajib Militernya, lalu kemudian pemain base ball yang dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini sudah menjadi aktor yang dibilang lumayan laris ngalahin tante Anggi, yaitu Yoon Hyun Min, dan yang terakhir, untuk pemeran utama wanita diperankan oleh aktris cantek yang bernama Lee Yoo Young.

Choi Jin Hyuk, Lee Yoo Young, Yoon Hyun Min

Drama ini akan ditayangkan di saluran televisi OCN, Korea, mulai tanggal 18 Maret sampai 7 Mei 2017 (kalau tidak ada perubahan) setiap Sabtu dan Minggu pk 22.00 WKS. Drama ini diperkirakan mempunyai  total 16 episode dengan genre detective, crime, thriller, fantasy yang sayang banget kalau sampai gue lewatkan.

Drama Tunnel adalah drama yang menggantikan drama ‘Voice’, maka dari itu tidak heran kalau gue merasa ada sedikit kemiripan antara drama Voice dan Tunnel ini. Namanya juga satu rumah produksi, ya kan?

Kalau dibandingkan dengan drama Voice, menurut gue, Tunnel itu jalan ceritanya lebih mudah untuk diikuti. Tunnel tidak seperti  Voice yang adegannya 80% adalah adegan kekerasan, bahkan Voice juga sempat  mendapat teguran dari KPK (komisi Penyiaran Korea).

Gimana nggak ditegor, lha wong tiap episodenya berdarah-darah gitu, kok. Gue aja sampai sekarang masih bimbang mau lanjut nonton sampai apa enggak. Mau nonton tapi takut nanti nggak doyan makan, nggak nonton tapi gue pengen liat suami tua gue, aa Yesung. Ah!

Drama‘Tunnel’ ini sendiri disutradarai oleh Kim Kyung Chul dan juga Kim Sung Min. Sementara untuk penulis naskahnya adalah Lee Eun Mi. Selain ketiga pemeran utama yang sudah gue sebutkan di atas drama ini juga dibintangi oleh pemeran pendukung lainnya seperti, N ( Park Kwang Ho 1988), Lee Shi Ah (pemeran istri Kwang Ho 1986), Kang Ki Young (Song Min Ah), Kim Dong Young (Sung Shik muda), Joo Hee Bong (Sung Shik dewasa), dan Kim Byung Chul.

Sinopsis Singkat Drama Kore Tunnel

Pada tahun 1986, Park Kwang Ho (Choi Jin Hyuk) seorang detektif yang tengah dihadapkan dengan sebuah kasus pembunuhan berantai yang sudah merenggut banyak nyawa. Para korban pembunuhan tersebut adalah para perempuan muda berkisar usia 20-30 tahun.

Setelah melakukan pencarian si pembunuh yang memakan waktu cukup lama, akhirnya Park Kwang Ho berhasil menemukan tempat persembunyian pembunuh itu, tepatnya di sebuah terowongan. Ketika sedang berusaha mengejar pembunuh itu, Park Kwang Ho justru diserang oleh pembunuh tersebut sampai dia tidak sadarkan diri.

Beberapa saat setelah itu, akhirnya Park Kwang Ho sadarkan diri. Sambil mencari penjahat yang telah dia kejar sebelumnya, Park Kwang Ho berjalan di dalam terowongan itu. Setelah sampai di luar terowongan, ternyata, dunia yang ada dihadapan Park Kwang Ho saat itu sudah tidak sama lagi dengan dunia yang dia tinggali sebelum dia diserang oleh pembunuh tadi. Park Kwang Ho ada di tahun 2016, yang artinya, dia telah melintasi waktu selama 30 tahun.

Ketika Park Kwang Ho keluar dari terowongan itu, sebenarnya dia belum sadar kalau dunianya sudah berbeda. Dia kemudian berjalan menuju ke kantor polisi tempat dia bekerja. Saat sedang menyebrang jalan, Park Kwang Ho hampir tertabrak oleh mobil yang  dikendarai oleh seseorang yang nantinya akan sangat berpengaruh bagi hidup Park Kwang Ho. Dia adalah Park Kwang Ho yang lahir di tahun 1988.


Park Kwang Ho (1988) adalah seorang Kopral yang baru saja akan di pindah tugaskan ke kantor polisi Hwayang. Namun tidak ada yang mengetahui, kalau ternyata dia sedang diburu oleh seseorang.

Kesalahpahaman pun muncul, ketika Park Kwang Ho (dari 1986) datang ke Kantor polisi Hwayang. Orang-orang mengira bahwa dia adalah Park Kwang Ho (1988), kecuali salah seorang dari mereka, yaitu Kim Sung Shik, ketua team mereka yang mengenali wajah Park Kwang Ho, karena dulu Kim Sung Shik adalah bawahan Park Kwang Ho (tahun 1986).
 

Park Kwang Ho harus menerima nasibnya yaang kini terdampar di tahun 2016. Dia kehilangan semuanya, termasuk istrinya yang tertinggal di tahun 1986.

Sambil mencari cara agar dia bisa kembali lagi ke tahun 1986, karena tidak punya pilihan lain Park Kwang Ho pun memutuskan untuk memakai identidas Park Kwang Ho (1988) agar dia tidak dicurigai orang-orang.

Park Kwang Ho kemudian menjadi partner Kim Sun Jae (Yoon Hyun Min). Kim Sun Jae adalah seorang letnan yang selalu terobsesi untuk menangkap seorang penjahat. Mereka berdua dicap sebagai partner sinting sekaligus menakutkan, karena mereka tidak pernah akur dan sangat tempramental.

BRomance detected nih.. kira-kira bakalan nyaingin the dumb and the dumber ahjussi goblin sama malaikat maut, nggak ya?
Shin Jae Yi (Lee Yoo Young) kemudian hadir ditengah-tengah mereka berdua. Karena dari kecil  Shin Jae Yi sangat menyukai hal-hal yang berbau kriminal, maka dari itu, dia mempelajari psikologis tentang seorang kriminal. Berkat keahliannya itu, BRomance sinting, Park Kwang Ho dan Kim Sun Jae, banyak terbantu olehnya.

Setiap kasus yang mereka bertiga tangani, lama kelamaan mengerucut ke kasus pembunuhan berantai yang sedang diselidiki oleh Park Kwang Ho di tahun 1986. Termasuk keberadaan Park Kwang Ho asli yang tidak diketahui. Seolah semua sudah diatur sedemikian rupa. Ketika Park Kwang Ho dari masa lalu datang, tiba-tiba Park Kwang Ho di masa depan menghilang begitu saja. Demikian juga tentang keberadaan si pembunuh berantai yang kemungkinan besar ikut terbawa ke tahun 2016.

Komentar gue tentang Dram Tunnel

ASDSDHFDKJDGNDFNGDFJBVD!!!
Anjir! Gue penasaran banget sama drama ini, kampret! Hih!

Di setiap episode drama ini menceritakan tiap kasus yang berbeda, yang bikin gue mendesah “owh gawd! Kok bisa kepikiran sampe kesitu ya?”

Cerita tentang detective dan thriller yang sangat kental tidak membuat drama ini  menyeramkan, karena diselingi dengan bumbu komedi juga.

Kayak misalkan pas pertama kali Park Kwang Ho sadar kalau dia ada di tahun 2016. Dia nggak tau hal-hal yang berbau-bau modern, dia nggak tau smartphone itu apa? internet itu apa? dia nggak tau gps, dia nggak tau cctv, dia nggak tau komputer. Park Kwang Ho hidup di zaman, dimana laporan masih diketik dengan menggunakan mesin ketik. Dia harus banyak menyesuaikan diri dengan teknologi modern yang digunakan dalam setiap menangani kasus.

Atau adegan dia sama bawahannya dulu, dimana di tahun 2016, bawahannya malah menjadi atasan Kwang Ho. Sung Shik jadi dilema, mau manggil Sunbae, atau manggil nama doang. Karena dilihat dari penampilan, usia Sung Sik jauh lebih tua dibandingkan Kwang Ho.


“Oh, bagai mana cara memasukan foto kedalam benda itu”.
Sambil hpnya digetok-getok

Kalau  kisah cintanya, hmmm gue sih yakin banget kalau Sun Jae naksir sama Prof Shin Jae Yi. Tapi, itu juga cuma sedikit banget diceritainnya. Jadi nggak bakalan bisa bikin kalian bilang “ah cinta-cintaan muluk”

Saat gue nulis postingan ini, drama ini baru tayang 6 episode saja. Kebayang kan gimana penasarannya gue.

Saking penasarannya, gue sampai punya asumsi sendiri perihal drama ini.

Yang pertama
Gue menduga kalau Prof Shin Jae Yi adalah anaknya Park Kwang Ho (dari tahun 1986), kalau nggak salah baca subtitle, istrinya Park Kwang Ho itu lagi hamil muda pas ditinggal sama Park Kwang Ho. Karena biar bagaimanapun, Park Kwang Ho sudah pergi selama 30 tahun. Walaupun disitu diceritakan kalau orang tua Prof Shin Jae Yi sudah meninggal gara-gara kebakaran dan kemudian dia diadopsi pas umur 15 tahun.

Anehnya, sampai Prof Shin Jae Yi dewasa, dia nggak pernah lihat jenazah ibunya, dan kasus kebakaran itu ditutup begitu saja. Hmmm

Belum lagi, Pas Park Kwang Ho nyari identitas Istrinya di tahun 2016 tapi nggak ketemu, malah justru nggak terdaftar sama sekali di Kantor kependudukan, gue curiga kalau ada hal besar yang terjadi dalam kurun waktu 30 tahun itu (bagi Kwang Ho mungkin satu malam). We’ll see..

Ke dua.
Kim Sun Jae adalah anak tentara, yang 30 tahun lalu istrinya ditemukan tewas sama Park Kwang Ho.

Ke tiga.
Si pembunuh berantai tahun 1986, bisa melakukan perjalanan waktu juga. Disini gue malah mencurigai dokter forensic yang selalu meng-autopsi para jenazah korban pembunuhan.

Ke empat.
Park Kwang Ho (1988) sudah mati dibunuh pembunuh berantai itu. Bisa jadi, pembunuh cuma tau nama Park Kwang Ho tapi nggak tau wajah Park Kwang Ho. Soalnya mereka juga ketemunya di lorong terowongan yang gelap. Baik si pembunuh ataupun Park Kwang Ho, masing-masing tidak bisa saling melihat wajah. Jadi pas dia ketemu sama Park Kwang Ho di tahun 2016, dia mengira kalau itu adalah Park Kwang Ho yang dia cari.

Kalau pembunuhnya beneran bisa melakukan perjalanan waktu, berarti drama ini mirip drama W. Soalnya sama-sama bisa keluar masuk dimensi berbeda.

Hmmmm.

Lanjoot

Ke lima.
 
kemuingkinan Park Kwang Ho nggak bisa balik lagi ke tahun 1986 deh, kalaupun bisa balik, mungkin cuma sebentar. Abis itu menetap di tahun 2016.

Ke enam. 
Gue sangat yakin seyakin yakinnya orang yakin, kalau kalian nggak baca semua tulisan gue. Hayolo ngaku!

Dahlahya~
Bukan kalian aja kok yang cape baca postingan gue yang tulisannya awut-awutan ini, soalnya gue yang nulis juga tangannya ngerasa pegel sakpole.

Pokoknya, gue sangat merekomendasikan drama Korea ini. Ceritanya nggak lebay kok! Gue jamin deh. Genrenya emang fantasy, tapi banyak banget pesan moral yang bisa kita ambil dari cerita ini. Intinya tuh kayak; ya memang drama ini menceritakan tentang perjalanan waktu yang nggak mungkin banget ada di dunia nyata, tapi cerita soal kesetiaan, perjuangan, kerja sama, tanggung jawab, cara untuk menghadapi trauma, itu bukan cerita fantasy, kan?


Another story

Gue sebenernya kasian sama N, tokoh yang memerankan Park Kwang Ho 1988. Adegannya cuma sedikit, pas dishoot kamera pas mukanya cemong-cemong gitu, nggak ada dialognya pula. Eh, ketemu-ketemu udah mati gitu aja, boro-boro bisa dialog. Dapet kesempatan buat pamer abs, cuma beberapa detik doang, abis itu perutnya malah bedah karena mau diautopsi. Nasibmuu ya, eN....
wqwqwq



12 Feb 2017

[Maksa Cerita] Weightlifting Fairy Kim Bok Joo

Dalam sesi maksa cerita kali ini, gue akan mencoba untuk meceritakan sebuah drama Korea yang berjudul 역도 여정 김복주( yeok-do yeo-jong Kim Bok Joo) / Weightlifting Fairy Kim Bok Joo / Peri Angkat Besi Kim Bok Joo.


Weightlifting Fairy Kim Bok Joo adalah sebuah serial drama Korea Selatan yang dibintangi oleh Lee Sung Kyung (sebagai Kim Bok Joo) dan Nam Joo Hyuk ( sebagai Jung Joon Hyung ).


Serial drama Korea Weightlifting Kim Bok Joo terinspirasi dari kisah seorang atlet angkat besi peraih mendali emas Olimpiade,  Jang Mi Ran. Drama Korea ini tayang di Korea Selatan setiap hari Rabu dan Kamis pukul 22:00(WKS) di MBC mulai 16 November 2016 –  5 Januari 2017.

Penayangan drama korea ini hampir berbarengan dengan penayangan drama Korea Legend of The Blue Sea yang pemainnya sendiri adalah suami masa depan gue, Lee Min Ho. 

Awalnya gue juga nggak begitu tertarik dengan drama Weightlifting Fairy Kim Bok Joo, karena selain susah banget buat ngucapin judulnya, juga karena drama ini diperankan oleh Lee Sung Kyung yang pernah main sebagai orang nyebelin di drama “Cheese In Trap” dan drama “Doctor”.

Setelah drama ini tayang sekitar satu bulan dan gue melihat beberapa cuplikan drama ini di Instagram, kemudian munculah rasa penasaran gue untuk menonton drama ini. Terlebih, saat itu gue juga mulai bosan mengikuti drama LOTBS. Padahal belum 3 bulan, tapi udah ngerasa bosen. Ya… gimana ya?

Weightlifting Fairy Kim Bok Joo, atau biar gampang sebaiknya gue singkat saja menjadi WFKBJ bercerita tentang seorang atlet angkat besi berusia 21 tahun  dari Universitas Haneol, Kim Bok Joo, yang baru pertama kalinya ngerasain jatuh cinta. Padahal seorang Puti Andini  saat eSDe sudah merasakan yang namanya jatuh cinta.


Disini kita akan bertemu dengan dua orang tokoh cowok, yaitu Jung Joon Hyung ( Nam Joo Hyuk ) yang pacar-able banget, dan Jung Jae Yi ( Lee Jae Yoon) yang suami-able banget. 

Adik sama Kakak, sama-sama bikin gagal fokus
 
Walaupun genre drama ini adalah romantic comedy, tapi ceritanya enggak melulu cerita tentang kisah cinta doang, kok. Di sini juga diceritain tentang kisah Bok Joo sebagai atlet angkat besi, kisah Bok Joo sebagai seseorang yang hangat di keluarganya, terutama ayahnya, dan kisah persahabatan Bok Joo dan kedua orang temannya, yaitu Lee Sun Ok ( Lee Joo Young )dan Jung Nan Hee ( Jo Hye Jung ).

Hah? Apa? Kisah anak yang tertukar sama perebutan harta? Yakali ini sinetron Indonesia, eh salah. Sinetron Turki maksudnya. Sinetron Indonesia kan sangat mengedukasi sekali.

Karena drama ini berlatar tentang kehidupan kampus, maka tidak heran kalau peminat drama ini kebanyakan dari kalangan remaja jomblo  yang penasaran dengan kisah cinta yang bikin gregetan ingin memiliki Nam Joo Hyuk seutuhnya.

Dan sekarang, gue akan menjelaskan alasan kenapa gue nonton drama WFKBJ, siapa tau diantara kalian ada yang penasaran dan memutuskan untuk menontonnya, setidaknya satu kali seumur hidup kalian.

He....
He....
He....


Ceritanya sangat “ringan”, cocok banget buat anak muda yang nggak mau mikirin hal berat
 
Bermula dari Bok Joo yang menyukai seorang dokter klinik berat badan, yaitu Dr. Jung Jae Yi. Bok Joo yang seharusnya menaikan berat badan  untuk kompetisi justru mengalami dilema karena dia sudah mengikuti program diet dengan dokter kesayangannya. 


Masalah semakin rumit, karena ternyata Dr. Jae Yi adalah kakak dari teman kecilnya Bok Joo, yaitu Joon Hyung yang saat ini kebetulan satu kampus dengan Bok Joo sebagai seorang atlet renang.


Dari drama ini kita belajar bahwa cantik itu tidak melulu harus langsing, melainkan inner beauty-lah yang terpenting

Seorang atlet angkat besi selalu identik dengan badan yang besar dan tangan yang berotot. Bagi laki-laki, hal itu mungkin tidak menjadi masalah. Sebaliknya, bagi perempuan, postur tubuh seorang atlet angkat besi justru membuatnya minder terlebih dalam urusan cinta.

Tanpa terkecuali Bok Joo, saat dia berkenalan dengan Jae Yi, dia mengaku bahwa dia adalah seorang mahasiswa di jurusan musik. Ketika ditanya alasannya, Bok Joo mengatakan bahwa, dia tidak ingin orang yang dia sukai melihat otot kekasihnya yang hampir keluar ketika sedang melakukan angkat besi.


Karena kebohongannya itu, Bok Joo akhirnya melarikan diri dari Jae Yi. Bok Joo memutuskan untuk mematahkan hatinya sendiri, dan bertekad untuk melupakan Jae Yi walaupun itu tidak mudah.

Selama Bok Joo mengalami masa sulit, Joon Hyung lah yang selalu ada di samping Bok Joo. Dan siapa sangka, ternyata Joon Hyung justru jatuh cinta kepada Bok Joo tanpa mempermasalahkan penampilan Bok Joo.


Kisah cinta antara Bok Joo dan Joon Hyung itu bikin gemez

Walaupun pada kenyataannya Nam Joo Hyuk dan Lee Sung Kyung memiliki perbedaan usia sekitar beberapa tahun, hal itu tidak mempengaruhi chemistry antara Bok Joo dan Joon Hyung. Mereka bisa memerankan karakter mereka dengan baik.

Di luar, mungkin Joon Hyung sangat menyebalkan dan sering mengganngu Bok Joo, tapi sebenarnya Joon Hyung sangat perhatian kepada Bok Joo, bahkan ketika Bok Joo patah hati karena kakaknya, Joon Hyung lah orang yang selalu berada disisi Bok Joo untuk menghibur Bok Joo.


Ketika Joon Hyung mulai jatuh cinta kepada Bok Joo, Joon Hyung melakukan berbagai macam cara agar Bok Joo mau menjadi pacarnya.


Tatapanmu, bang....
Sampai mereka pacaran pun, Joon Hyung selalu membuat seolah-olah Bok Joo adalah miliknya yang paling berharga.



Kisah persahabatan antara Bok Joo dan temn-temannya yang SWAG

Bok Joo mempunyai dua orang sahabat, yaitu Sun Ok dan Nan Hee. Keduanya adalah atlet angkat besi juga. Mereka bertiga sering dijuluki geng preman oleh para laki-laki, mereka juga sangat ditakuti oleh para atlet senam.

Titisan Upin-Ipin yang hobinya makan ayam goreng



Persahabatan mereka diuji ketika Bok Joo berpura-pura terkena ambeyen, padahal Bok Joo diam-diam menemui dokter di klinik berat badan. Nan Hee yang pertama kali mengetahui hal itu akhirnya mau mengerti alasan sebenarnya kenapa Bok Joo pergi ke klinik berat badan, bukan karean ingin diet, melainkan karena Bok Joo menyukai sang dokter. Berbeda dengan Sun Ok yang sangat marah, karena menganggap dialah satu-satunya orang yang tidak mengetahui apa-apa tentang sahabatnya.


Ini scene yang pertama yang bikin gue nangis pas nonton drama WFKBJ. Gue inget temen-temen gue di SMK dulu. 

Ceritanya, gue dan salah seorang teman gue yang bernama Dwi a.k.a Bigger, adalah Korean Addict. Kita berdua seperti punya dunia sendiri. Setiap kali diajak jalan, kita selalu menolak dengan alasan akan pergi ke warnet. Kita lebih sering ngobrol berdua ketimbang dengan teman-teman yang lainnya, bahkan kesannya kita sedang mengabaikan mereka.

Disaat yang lain mengumpulkan uang jajan mereka untuk membeli baju, kita lebih suka menggunakan uang itu untuk membeli majalah.

Singkat cerita, teman-teman gue itu marah sama gue dan Bigger. Kami saling mendiamkan satu sama lain baik dari kubu gue dan Bigger ataupun kubu teman-teman gue yang lain. Setelah beberapa hari. Akhirnya, ada salah seorang dari teman kami mengatakan kalau sebaiknya menyelesaikan masalah ini dengan berbicara satu sama lain. Kamipun sepakat.

Sepulang sekolah, kami berkumpul di lantai atas. Kami mencoba untuk mengatakan setiap unek-unek kami masing-masing.

Ada perasaan lega dan haru yang kami rasakan saat mencoba jujur satu sama lain. kamipun menangis sambil berpelukan. Kami berjanji untuk saling mengingatkan dan bukannya mendiamkan apabila ada salah satu dari kami yang mulai "asik sendiri".

Keliatannya mungkin lebay, tapi itu adalah kenangan indah yang akan selalu gue inget sampai gue tua. Itu juga kalau gue nggak kena alzeimer sih. eh.


Berteman dengan mantan pacar - pacar kita adalah pertanda bahwa kita memiliki pemikiran yang luas

Teman sekamar Bok Joo adalah mantan pacar Jon Hyung yang bernama, Sung Si Ho. Si Ho adalah atlet senam yang baru saja kembali dari pusat pelatihan di Taerung. Sebelum Si Ho pergi ke Taerung, Si Ho mengakhiri hubungannya dengan Joon Hyung secara sepihak. Setelah Si Ho kembali lagi ke kampus, Si Ho justru meminta Joon Hyung untuk kembali bersamanya.
 
Tjie mutusin sendiri, nyesel sendiri, dan ngajak balikan sendiri. Mantan yang seperti ini adalah mantan yang layak untuk dikarungin dan dibuang ke laut.

Saat Si Ho mengetahui kedekatan Joon Hyung dengan Bok Joo, Si Ho sangat marah. Si Ho mencoba untuk menjatuhkan Bok Joo. Tentunya bukan dengan cara di dorong dari atap kampus atau dengan di slengkat ya, teman-teman.

Tapi dengan membocorkan rahasia, bahwa Bok Joo ternyata diam-diam pergi ke klinik berat badan kepada pelatihnya Bok Joo. Saat itu dunia per-angkat besi-an mengalami gonjang-ganjing karena sebuah kesalahpahaman.

Tenaaang, tokoh antagonis di drama Korea tidak sama dengan tokoh antagonis di sinetron Indonesia, eh Zimbabwe maksudnya. Tokoh antagonis hanya akan melakukan kejahatan, sampai episode terakhir, atau sampai dia kena adzab dan mati, kemudian tokoh protagonisnya, tidak pernah melakukan kesalahan sedikitpun sampai episode terakhir.

Di drama korea, tokoh antagonis juga mempunyai sisi baik, dan sebaliknya tokoh protagonis juga bisa melakukan kesalahan.  Biasanya ada alasan tersendiri yang membuat tokoh anatagonis itu menjadi jahat.
Selama Si Ho membenci Bok Joo dan bersikeras  ingin mendapatkan Joon Hyung kembali, prestasi senamnya menurun drastis. Tetapi, setelah Si Ho bisa menerima kenyataan bahwa Joon Hyung tidak lagi mencintainya karena kesalahan Si Ho sendiri.  Si Ho pun kembali bersinar sebagai atlet senam.

Apa yang akan kalian lakukan jika melihat mantan dan pacar kalian akur kayak mereka?

Lagi-lagi, kejadian ini juga pernah gue alamin.
Gue pernah ada di posisi Sung Si Ho. Ketika gue harus berteman dengan pacar mantan gue sendiri karena sebuah pekerjaan. Mungkin agak sedikit berbeda, karena gue memang sudah tidak memiliki perasaan apapun terhadap mantan gue. Tetapi, tetap saja, ada sedikit rasa canggung antara gue dengan pacar mantan gue itu.

Ngeri-ngeri sedep gitu lah pokoknya.


Bok Joo mempunyai keluarga yang hangat

Di rumah, Bok Joo tinggal bersama ayah dan pamannya. Ibu Bok Joo diceritakan sudah meninggal ketika Bok Joo masih kecil. Ayah Bok Joo adalah pemilik sebuah restoran ayam. Bok Joo selalu membantu ayahnya mengantarkan pesanan ke pelanggan apabila ayahnya sedang kerepotan.

Bukannya berterimakasih karena anaknya mau membantunya, Ayah Bok Joo malah memarahi Bok Joo, dan selalu mengusir Bok Joo untuk kembali ke asrama dan fokus untuk latihan.

Keluarga ini selalu dipenuhi dengan kata-kata umpatan kasar. Baik ketika ayah Bok Joo menyuruh Bok Joo untuk tidak membantu pekerjaannya, atau saat Bok Joo meminta ayahnya rutin melakukan pemerikasaan di rumah sakit. Begitupun dengan pamannya Bok Joo, dia selalu mengatakan “Lelaki sial mana yang nantinya akan menjadi suami Bok Joo”

Dibalik semua itu, mereka saling menyayangi satu sama lain.

Gue nangis kejer pas Bok Joo nemuin buku asuransi milik ayahnya untuk Bok Joo di lemari, kemudian Bok Joo menemukan baju-baju ayahnya sendiri sudah banyak yang sobek.


Bok Joo: Ayah.. Ayah..Maafkan aku.

Ayah Bok Joo : Untuk apa kau minta maaf?

Bok Joo : Semuanya. Aku minta maaf untuk semuanya. Maafkan aku karena membuatmu khawatir. Maafkan aku karena membantumu mengantar pesanan  ketika kau menyuruhku untuk tidak melakukannya. Aku juga minta maaf karena aku tidak sopan padamu. Ketika aku kecil, aku protes tentang kimbap buatanmu yang tidak enak dan tidak memakannya. Maafkan aku.

Ayah Bok Joo : Hentikan, anak bodoh. Aku yang lebih bersalah. Maafkan aku karena membuatmu melakukan angkat besi,dan aku merasa bersalah karena aku tidak punya pilihan lain dan membuka restoran ayam untuk membesarkanmu. Yang paling membuatku merasa bersalah, adalah kau tidak pernah bisa menyebutkan kata "ibu" ketika kau tumbuh dewasa.

Bok Joo : Itu bukan salah Ayah. Itu salah Ibu.

Ayah Bok Joo : Tetap saja, maafkan Ayah. Aku ingin meminta maaf padamu atas nama Ibu. Aku benar-benar minta maaf. Aku merasa sangat bersalah tentang hal itu selama kau tumbuh dewasa.

Bok Joo : Jangan katakan itu. Akulah yang seharusnya meminta maaf. Aku benar-benar minta maaf, Ayah. .

Ayah Bok Joo : Kau harus tidur sekarang.Selamat malam.

Bok Joo : Ayah...
Pamannya Bok Joo yang lagi tidur-pun ikutan nangis karena denger percakapan Bok Joo sama Ayahnya Bok Joo
Tidak semua kata-kata kasar selalu  mempunyai arti yang kasar juga. Tidak semua manusia mempunyai keahlian untuk berkata lemah lembut untuk menunjukan kasih sayangnya. Terkadang, justru kata-kata kasar lah menunjukan kasih sayang yang begitu besar.
 
Sayangnya, kita hidup didunia yang dipenuhi dengan kebencian yang disamarkan oleh kata-kata lemah lembut dan baik.


Yang terakhir adalah, drama ini memberi gambaran bahwa menjadi seorang atlet ternyata tidaklah mudah

Selama ini jurusan olahraga atau profesi sebagai seorang atlet agaknya kurang diminati oleh anak muda, apalagi untuk angkat besi. Namun, disini kita bisa tahu, perjuangan para atlet angkat besi untuk bisa menang, mulai dari lari pagi setiap hari, mengangkat beban 30 kali dalam sehari, atau bahkan paksa untuk makan 3kali dari porsi biasanya.

Tidak hanya itu, cabang olah raga lainnya, seperti senam yang mengaruskan para atletnya untuk menjaga berat badannya. Para atlet senam dituntut untuk latihan siang dan malam, dan hanya dperbolehkan makan sayuran saja setiap harinya.



Gimana? Penasaran nggak buat nonton drama ini?
Oh, enggak yah? Yaudah gapapa kalau enggak penasaran juga. Yang penting Puti pernah berjuang untuk membuat kalian mau menonton drama ini.

Bonus untuk postingan kali ini.
Sebuah poster film yang pernah nge-hits di Indonesia.

sumber : IG @Kpopreceh

15 Jan 2017

Alasan Kenapa Laki-Laki Anti K-Drama


Survey membuktikan, bahwa sangat jarang sekali laki-laki yang menyukai serial drama Korea. Perihal apa alasan mereka tidak menyukai drama Korea masih simpang-siur sampai sekarang ini. Maka dari itu, karena kebetulan gue lagi kurangkerjaan selow, akhirnya gue iseng chat beberapa cowok yang ada di kontak bbm gue. Dan jawabannyapun memang macem-macem. Berikut cuplikannya.

Afif Nur Muhammad, 22th. Fotografer.
Q :  Kenapa kebanyakan laki-laki nggak suka nonton drama Korea?
A :  Karena aku nggak suka drama dan yang kebanyakan hidup di dalam drama adalah cewek.

Jawaban yang sangat mantap jiwa!

Slamet Widodo, 26th. SinglePlayer Jomblomenahun.
Q :  Kenapa kebanyakan laki-laki nggak suka nonton drama Korea?
A : Orangnya cakep-cakep, tapi operasi plastik semua. Nganu,,, sebenernya aku sirik, Put. Ehe

Kalo menutut aku sih, eh, menurut gue maksudnya, nggak semua Aktor/Aktris Korea itu operasi plastik kok. Ada yang dari orok emang udah cakep, tinggal dipoles sedikit. Set! Jadi sem..purr…nah cakepnya.
 
Atau ada juga yang ngubah sedikit bentuk mukanya biar lebih enak dilihat. Mereka kan udah kaya, duitnya banyak, mau buat apa lagi kalo bukan buat muasin diri sendiri? Toh itu hasil dari kerja keras mereka sendiri, jadi terserah mereka mau diapakan uangnya. 

Nah, kalau yang jelas-jelas operasi plastik, gue sendiri yakin kalau mereka punya bakat yang amat disayangkan kalau dilewatkan gitu aja cuma gara-gara penampilan. 

Coba deh tanya diri sama diri sendiri. Hal pertama yang kalian lihat dari seseorang adalah penampilannya, setelah itu, baru hal-hal yang lain.

Apalagi operasi plastik di Korea kan sekarang malah udah jadi sebuah kebudayaan. Perihal dosa atau enggaknya, itu urusan mereka sama Tuhan.

Ade Vana, 31th. Clasher.
Q :  Kenapa kebanyakan laki-laki nggak suka nonton drama Korea?
A : Soalnya gue nggak ngerti bahasanya.

Ini orang pasti tontonannya senetron Anak Jalanan. Gemes amat dah gue! Ya elu nontonnya yang pake subtitlenya kampret! 
Eh, nggak sopan amat gue sama om-om.

Jadi gini loh om… Jangan kayak orang susah bisa nggak sih?! Download drama korea yang ada subtitle bahasa Indonesia kan banyak! Apalagi kalau dramanya udah ditayangin di stasiun tv Indonesia kan biasanya udah didubbing! Kenapa harus bingung nggak ngerti bahasanya!

A : Ribet banget harus baca subtitle, kan jadi gak bisa konsentrasi nontonnya.


Tri Saryono, 37th. Engineer.
Q :  Kenapa kebanyakan laki-laki nggak suka nonton drama Korea?
A : Gak suka aja, lebay ceritanya. Yang baperan jadi bego, yang udah bego jadi tambah bego lagi.

Semuanya balik lagi sih sama yang nonton. Balik lagi juga ke kepribadian kita masing-masing. Bukan berati orang-orang yang suka nonton drama Korea itu selalu meniru apapun yang ada di drama itu. Kita bisa mengambil hal-hal positifnya. 
Emang ada hal positifnya? 
Apa? 
Ciuman?
-_- tuh kan, udah bikin males aja mau jelasinnya juga. Yaudahlah, bodo


Karena  gue sendiri masih percaya, satu-satu hal yang bisa bikin gue bego adalah males belajar. Males belajar disebabkan karena kebanyakan nonton drama Korea. Eh, bentar-bentar, kok endingnya tetep bego juga ya?

Heris Setawan, 22th. Tetanga di kampung halaman.
Q :  Kenapa kebanyakan laki-laki nggak suka nonton drama Korea?
A :  Nggak ngerti bahasanya dan jalan ceritanya lebay.
Gue sih nggak yakin kalau dia pernah nonton drama Korea. Coba aja kalau gue yang ngajak dia buat nonton bareng. Gue sangat yakin, dia bakalan nolak.

Dhanish A. Putra, 22th. Wota bin Wibu.
Q :  Kenapa kebanyakan laki-laki nggak suka nonton drama Korea?
A : Karena pemeran cowoknya lebih ganteng dari gue :3

Jawaban yang paling jujur abad ini.

Deni Prayoga. 22th. Tukang selfie.
Q :  Kenapa kebanyakan laki-laki nggak suka nonton drama Korea?
A : Pertama, terlalu lebay. Kedua, kebanyakan drama nangis/cinta-cintaan. Mendingan nonton film perang-perangan sama tembak-tembakan. Macho abis!

Gawd plisss! Lebay dalam konteks apanya? Coba dijelaskan lebih detail. Gue mulai curiga nih kalau yang bilang drama Korea itu lebay, mereka cuma adol jere kulak ndean ( jual “katanya”, beli “kayaknya”) Udah pernah nonton emang? Satu episode aja deh minimal. 

Drama Korea selalu tentang cinta-cintaan.
Ah, coba deh nonton drama Korea yang baru-baru ini tayang. Kalau nggak salah judulnya Oh My Geumbi, nonton juga Reply1988. Baru boleh bilang kalau drama Korea itu “selalu” tentang cinta-cintaan.

Macho dari hongkong! Macho itu kalo bisa ikhlasin gebetan ditikung smaa temen sendiri. Itu baru macho yang haqiqi!

Dion, umur tidak diketahui. Ngapakers.
Q :  Kenapa kebanyakan laki-laki nggak suka nonton drama Korea?
A : Jijiih lanangane hiiih! ( jijik sama cowok-cowoknya, hih!)
Jijik gimana sih? Astaghfirullah, mereka juga kan manusia bukan hewan yang najis. Hmmm sedih :(

Andoko Utomo, 22th. Mantan Pacar.
Q : Kenapa kebanyakan laki-laki nggak suka nonton drama Korea?
A : Karena ceritanya selalu tentang percintaan.

Suka gitu deh kamu, nggak inget emang kalau dulu kita pernah cinta-cintaan juga?

Rivaldo Maldini, 15th, Adik tercinta yang sebentarlagi bakalan jadi mantan adik.
Q : Kenapa kebanyakan laki-laki nggak suka nonton drama Korea?
A : Punya kakak satu ngga jelas banget tiba-tiba bbm gituan. Udah transfer belom?
Sesaat setelah membaca balasan dari dia, rasa-rasanya gue pengin ngutuk dia jadi malin kundang, tapi masalahnya dia adik gue, bukan anak gue :3

Dari total 30 orang yang gue tanyai, 10 orang menyatakan tidak suka, 2 orang jawab nggak punya tv ada 4 orang yang mengatakan kalau dia suka nonton drama Korea. Pas gue tanya lagi “ Kenapa kok bisa suka?” jawabannya sama semua “ Yaa.. suka aja”. 
Heol~
Sisanya, bbmnya masih ceklist.



Gue jadi tau satu hal, kebanyakan mereka (laki-laki) sebenernya nggak pernah tau drama Korea itu seperti apa. Mereka hanya mengatakan “lebay” tanpa ada penjelasan lainnya. Kalau udah kayak gini, rasanya gue pengin ngajak mereka nonton drama Korea bareng sama gue. Percuma juga ngasih penjelasan kalau kalimat “ drama Korea itu lebay” udah melekat di mindset mereka.



Ada banyak drama Korea yang nggak melulu ber-genre percintaan. Kalian bisa cari di internet, ada banyak, banyak banget

Lain kali gue bakal cerita deh, harus mau baca pokoknya, gak mau tau!


Oh iya, tentang postingan yang kemarin, gue mau sedikit ngasih klarifikasi (halah~ nggak penting juga sih sebenernya).

Perihal gue pacaran sama sesama jenis itu adalah benar. Cuma, ada cumanya nih… selama gue pacaran sama dia, gue hanya komunikasian via chat, tanpa pernah bertemu, bahkan telpon sekalipun. Jadi, buat kalian yang mungkin mikir yang enggak-enggak sama gue, misalnya “Gila pacaran sama sesama jenis, ciumannya rasa apaan!” mending dibuang jauh-jauh. Karena, sedikitpun gue bukan penyuka sesama jenis, gue adalah perempuan normal sama seperti yang lain.

sumber gambar : IG @koreandramaThings dan google images.

8 Jan 2017

Awal Tahun yang, Ah... Sudahlah

Hari ini tepat satu minggu kita berada di tahun 2017, itu artinya tadi malam adalah malam Minggu pertama di tahun 2017. Gimana rasanya? Masih sama kan kayak malam minggu di tahun-tahun sebelumnya? Sendirian aja maksudnya. Kalau gue pribadi sih... Absolutly yes! Haha ha ha ha ha.ha. ha.
Banyak hal yang terjadi sama hidup gue di tahun 2016. Setiap hal yang gue alamin selalu membawa sebuah dampak bagi kehidupan gue, baik itu positif ataupun negative. Pokoknya, banyak banget  hal tak terduga yang ter jadi tahun kemarin. Seperti yang kebanyakan blogger lain bilang. 2016 adalah tahun yang emejing.

Salah satu hal tak terduga itu adalah, gue sempet pacaran sama perempuan. Bukan, bukan karena gue lesbi. Gue awalnya juga nggak tau kalau ternyata dia adalah perempuan. Harusnya saat itu gue tanya dulu jenis kelaminnya dia apa, baru gue pacarin. Bodohnya, gue malah menyimpulkan sendiri jenis kelaminnya dia hanya karena namanya yang terdengar macho.

Butuh waktu yang nggak sebentar untuk memulihkan keadaan supaya kembali lagi seperti semula. Gue pesimis kalau gue bisa pergi dari "keadaan" itu. Gue kehilangan setidaknya separuh semangat hidup gue. Entah perasaan dalam yang seperti apa yang gue berikan sampai-sampai gue merasa kalau ini adalah patah hati terburuk yang pernah gue alamin. Waktu itu juga sempet berhenti ngeblog selama beberapa bulan. Beruntung, gue bisa melewatinya berkat bantuan seorang teman.

Dipenghujung tahun, hal tak terduga lainnya juga kembali muncul. Setelah penantian panjang selama 3 tahun, akhirnya gue dikasih kesempatan untuk liat jarum timbangan melebihi angka 45kg. Akhirnya terjawab sudah kenapa belakangan ini gue makin jarang pupup.

Tahun baru, semangat baru, dan harapan baru. Tanpa pacar baru.

Tahun ini, gue nggak menuliskan sebuah resolusi . Alasannya karena, males. Alasan yang singkat, padat, jelas dan ngeselin buat gue. Padahal gue tau, dengan gue menuliskan resolusi, walaupun hasrat untuk mewujudkannya hanya menggebu di awal tahun aja, tapi seenggaknya gue bakalan ngerasa sedikit terbebani.   
Tapi, yaudahlah ya, mau gimana lagi, namanya juga males. Ha ha ha.

Iya, gue merasa kalau makin hari, berat badan gue terus bertambah. Awalnya gue merasa bahagia, tapi lama-kelamaan perasaan bahagia itu berubah menjadi kekhawatiran, karena nafsu makan gue makin membabi buta. Kalau begini caranya, bisa saja berat badan gue malah melebihi berat ideal yang gue harapkan.

Entah apa yang membuat tubuh kerempeng gue ini berubah seperti karet yang dimasukan ke dalam minyak tanah. Mlembung secara tiba-tiba. Bahkan sebagian orang sampai berdecak kagum, percaya tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. OGB, begitulah julukan gue saat ini. Orang Gendats Baru.

Gue yakin, penyebab utama gue gendut, selain karena gue doyan makan, juga karena gue sering mabok-mabokan di depan laptop. Mabok nonton drama Korea maksudnya. Tidak dipungkiri bahwa ketika gue nonton drama Korea gue lebih sering merasa lapar. Karena banyaknya drama Korea yang gue tonton, tanpa sadar, gue juga sudah menghabiskan banyak makanan.

Kalau dihitung-hitung, file drama Korea berikut film Korea yang gue punya cuma sekitar 100gb.an, masih terbilang kurang banyak bagi gue. Gue berjanji di tahun 2017 ini, gue akan lebih sering menggunakan kuota internet gue untuk download drama Korea ketimbang stalking instagram mantan. 

JANJI MACAM APA ITU, KAMPRET!

Drama-drama Korea yang gue tonton belakangan ini cukup beragam, gue juga nggak yakin kalau gue sebutin kalian bakalan tau. Tapi baiklah, karena gue orangnya maksa, gue akan menyebutkannya, siapa tau kalian nantinya bakalan penasaran untuk kemudian nonton dramanya dan mabok bareng di depan laptop sama gue.

Drama Korea on going atau drama yang masih tayang di Korea The Legend Of The Blue Sea (Versi Indonesianya berubah jadi Mermaid in Love) soal jalan cerita wallahu'alam sama atau enggak, Goblin, Weighlifting Fairy Kim Bok Joo, dan Romantic Doctor Teacher Kim. Sementara itu, drama Korea yang baru-baru ini berhasil gue khatamin adalah, Repply1988 (RECOMMENDED BANGET) dan Moonlight Drawn by The Clouds. Drama yang masih gue tunda untuk di tonton adalah, Scarlet Heart, W, Uncontrolably Fond dan Oh My Ghost. 

SUMPAH KAGAK ADA YANG NANYA PUT! 

Ehe . he. He.

Mimpi absud gue adalah, sebelum gue mati gue pengen nonton Drama Korea sama seorang cowo, mau itu temen gue, pacar gue, suami gue, atau saudara gue nantinya, dari episode 1- selesai.

Gue emang udah mabok kayaknya.

Kebiasaan gue download drama Korea secara langsung berpengaruh sama penggunaan kuota. Kita semua tau, kalau kuota internet belinya pakai pulsa, dan pulsa belinya pakai uang. Ada sebuah situasi yang sangat njomplang di sini. Satu sisi ada pemakaian kuota yang meningkat drastis, dan di sisi yang lainnya, ada pendapatan yang tidak mengalami peningkatan. Hiks. Gue pernah mencoba untuk hidup tanpa kuota, dan itu cuma bertahan selama 2 hari aja. Setelah itu, hasrat gue buat buang-buang kuota malah semakin menjadi-jadi

Gue akui, awal tahun ini kondisi keuangan gue lagi kurang sehat. Gue harus super hemat karena bulan ini gue harus bayar kuliah. Dulu, yang gue takutkan dari sekolah adalah Ujian, seperti UTS, UAS, UN. Ternyata, sekarang juga masih sama, hanya saja konteks takutnya yang berbeda. Kalau dulu gue memang takut nggak bisa jawab soal ujiannya, kalau sekarang, gue takut nggak bisa bayar ujianya. Sama tapi beda. Hidup memang penuh dengan misteri.

Satu hal yang bikin gue lega adalah, ketika gue sadar kalau gue lagi bokek, gue juga sadar kalau gue nggak punya pacar. Nggak perlu di jelasin dong apa hubungannya?

Kemudian, setelah gue tela'ah dengan seksama, kayaknya kondisi keuangan gue nggak bakalan pulih dalam waktu dekat ini. Maka dari itu, gue berniat untuk memperpanjang masa jomblo gue untuk satu tahun kedepan.
Padahal tahun sebelumnya gue bikin resolusi supaya gue bisa foto bareng sama pacar gue.
FYI, selama gue punya pacar, gue belum pernah punya foto bareng sama pacar gue.

Manusia memang cepat sekali berubah yah….

BODO AMAT PUT! Ra urus!

4 Des 2016

Hal-hal Mainstream di Drama Korea

Gue mulai menyukai hal-hal yang berbau Korea sejak kelas 2 SMK. Gue adalah seorang FanGirl yang kumat-kumatan yang suatu ketika bisa kelihatan freaks banget, dan suatu ketika bisa keliatan cuma biasa-biasa aja. Semuanya tergantung lingkungan di sekitar gue.

Saat ini semangat nge-FanGirling gue mulai kumat lagi semenjak gue beli flasdisk baru. Gue mulai rajin minta ((MINTA))  Drama Korea ke temen-temen gue. Kalau gue lagi nggak ada jadwal kuliah, gue bisa nonton Drama Korea dari pulang kerja (sekitar jam 3 siang) sampai jam 1 dini hari. Mantap Jiwa!

Setelah berhasil melahap beberapa Drama Korea dengan brutal, gue baru menyadari sesuatu.  Dari semua Drama Korea yang pernah gue tonton, selalu ada hal-hal yang serupa yang selalu ada di Drama Korea. Hal-hal yang gue maksud ini misalnya kayak setting cerita, plot cerita, atau adegan para pemerannya.

Guepun berfikir "Jadi kalau mau punya kisah cinta yang sama kayak di Drama Korea, gue harus mengikuti salah satu hal mainstream yang ada di dalam Drama Korea itu".

Beberapa hal mainstream tersebut adalah:

Murid baru/pindahan.
Drama Korea yang mengusung kisah cinta anak SMA biasanya selalu menceritakan tentang seorang anak yang pindah ke sebuah sekolah karena alasan tertentu. Si murid baru itu kemudian menjadi korban bullying oleh para siswa di sekolah barunya.  Pemeran murid baru ini biasanya adalah seorang perempuan miskin, yang kemudian membuat si pembully itu sendiri jatuh cinta. Contohnya adalah Drama Korea Boys Before Flowers dan The Heirs, Dream High.

Dream High
Buat kalian yang merasa masih SMA, nggak ada salahnya buat nyoba hal itu. Pindah sekolah biar dibully terus dapet pacar dan bahagia untuk selama lama lama lama lama lama lama lamanya.

kesimpulan : mudah dilakukan.

Transgender.
Transgender yang dimaksud bukanlah transgender dalam konteks yang sesungguhnya. Transgender yang ada di Drama Korea hanya sebatas menyamar, jadi nggak sampai operasi kelamin, loh ya. Pemeran ini biasanya adalah seorang perempuan yang menyamar menjadi seorang laki-laki agar bisa hidup dilingkungan laki-laki. Contohnya adalah Drama Korea Sungkyunkwan Scandal, To the Beautiful You, You are Beautiful, Coffe Prince, the Great Quin Seondeok.

Sunkyunkwan Scandal

Inget, penyamaran ini cuma dilakukan sama perempuan aja. buat kalian yang merasa laki-laki jangan pernah mencoba untuk bertransgender jadi seorang perempuan. NGGILANI!

Kesimpulan : agak susah dilakukan.

Time Travel/Reinkarnasi.
Drama ini biasanya bercerita tentang sebuah perjalanan waktu, bisa dari zaman dahulu ke zaman modern ataupun sebaliknya. Bukan hanya antar zaman, tapi bahkan bisa juga antar galaksi.Wow! Contohnya adalah Drama Korea The Great Doctor, Time Slip Dr. Jin, You are from the Star, Scarlet Heart Ryo, Rooftop Prince.

Rooftop Prince
Ceritanya tentang Putra Mahkota di era Joseon, Yi Gak , yang sedang menyelidiki kematian istrinya, Hwa Yong, tiba-tiba terdampar di Seoul, tahun 2012, di apartment seorang gadis bernama Park Ha (bersama ke 3 pengawalnya). Ternyata di 2012 ini ada reinkarnasi dari Yi Gak, Hwa Yong, dan adiknya, Bu Yong. Sambil menyelidiki apa yang terjadi, Yi Gak sama Park Ha ini saling jatuh cinta.
Keliatannya memang mustahil, tapi siapa tau kalau kita lebih peka terhadap lingkungan di sekitar kita, bisa saja kita menemukan sebuah blackhole yang akan membawa kita kembali ke zaman penjajahan. Kemudian disana kalian akan bertemu dengan cinta sejati kalian. Kalau kalian beruntung, nama kalian akan tercatat menjadi pahlawan nasional.

Kesimpulan : mustahil dilakukan.

Tinggal Bersama.
Setelah gue inget-inget lagi, kebanyakan pasangan yang ada di Drama Korea itu selalu tinggal di rumah/asrama yang sama. Jarang sekali gue temukan ada pasangan LDR di Drama Korea. Contohnya adalah banyak banget. Ada Boys Before Flower, City Hunter, The Heirs, Sassy Girl, Pinochio, Rooftop Price, Gumiho,Dream High, Briliant Legacy, Full House, Payfull Kiss, You are Beutiful, Lie to Me,Decendants of the Sun, Doctor Stranger, W.

Pinochio

Kalau di Indonesia mungkin bakalan lain lagi ceritanya kalau kita tinggal serumah sama pacar kita. Bisa-bisa kita malah di arak keliling kampung sambil ditelanjangin. Astaghfirullah.

Kesimpulan : pinter-pinter kalian aja inimah.

Tidur.
Tidur yang dimaksud adalah bukan tidur sama-sama, atau sama-sama tidur. eh bedanya apaan sih?
untuk lebih jelasnya, lihat cuplikan berikut :

The Heirs


 
Pinocchio

Uncontrollably Fond


Udah mudeng kan gimana caranya? kita, cuma tinggal tidur di depan gebetan , kemudian si gebetan akan terpesona melihat wajah kita. Diusahakan untuk boting (bobo acting) aja ya, jangan sampai kebablasan, takut nya malah merusak keunyuan wajah kita.

Gagal unyu.

kesimpulan : mudah dilakukan.

Barang, Benda, atau Aksesoris
Ini yang paling gue suka dari Drama Korea, selalu ada barang yang nantinya bakalan jadi ciri khas di Drama itu dan kemudian menjadi sebuah trensetter.

Boys Before Flowes
Pinocchio
Dream High
49days

The Heirs
Kalian bisa tentuin sendiri benda apa yang nantinya bakalan jadi ciri khas buat hubungan kalian, contohnya mungkin mas kawin.

kesimpulan : mudah dilakukan.


Dari semua hal di atas, ada banyak hal yang sebenernya mudah untuk kita lakukan. Kalau gue sendiri pengen nyobain buat time travel ke zaman dinosaurus, kalo kalian pengin nyoba yang mana?

Aku Adalah

Puti Andini

Pengabdi Wifi Telkom...

Bagian dari

Your Lucky Number

Kategori