5 Feb 2017

Puti dan Teman Geblek-nya

Walaupun sedikit lebih terlambat dari kampus lain, akhirnya sekarang gue bisa mengatakan “Alhamdulillah, UAS sudah berakhir, selamat datang lib... , eh tar dulu deh? Kenapa gue harus seseneng ini? kan yang libur cuma kuliah doang, kerjanya mah masuk seperti biasa” -_-

Harusnya kamu bersyukur , Put. Masih punya pekerjaan tetap.

Eh iya, khilap.

Mau dibilang nggak kerasa, tapi nyatanya kerazza banget apa-apanya di semester awal ini. Salah satu yang paling jelas adalah, gue masih kesulitan untuk beradaptasi di lingkungan baru, teruma sama dedeq gemesh yang ciwi-ciwi. Ah, tapi ya sudah lah, mungkin feng shui-nya gue nanti di semester berikutnya.

Setidaknya sekarang gue udah rada-rada hafal nama sama muka teman sekelas gue, dan beberapa dari mereka, walaupun cuma sebagian kecil, iya keciiiil banget, adalah teman dekat gue. 

Gue sebenernya juga nggak begitu yakin sih, apakah mereka menganggap gue sebagai teman dekatnya atau bukan. Ha-ha

Mungkin karena saking seringnya duduk berdekatan sama gue, sampai akhirnya mereka nggak punya pilihan lain selain ngobrol sama gue. Ha-ha

( dari kanan ke kiri : Muhammad Ardani, Aji Kurnia Saputra, Meta Nuki Ashari, Musalim, dan istri masa depannya Park Bo Gum)

Dimulai dari yang pertama, Muhammad Ardani, gue biasa manggil dia mas Dani. Perawakannya item, gembul, gendats, gembrot, ucul banget deh pokonya. Sifatnya baik, so cool, doyan cerita, dan doyan makan. sayang banget mas Dani ini perokok addict, sampai-sampai aroma tubuhnya kecium bau rokok.

Mas Dani ini sudah menikah loh, sekarang istrinya sedang hamil anak pertama. Kalau nggak salah, sekarang usia kandungan istrinya sudah masuk usia 9 bulan, itu tandanya sebentar lagi Dani junior akan hadir ke dunia. Itu kalau anaknya cowok, kalau cewek? hmmm mungkin diganti jadi little Dina aja kali ya?
Pokoknya, semoga dilancarkan semuanya deh~

Selanjutnya, Aji Kurnia Saputra. Sebelum gue tahu usia asli Aji, gue selalu manggil dia mas Aji, tapi setelah gue tau ternyata umurnya dia dua tahun di bawah gue, gue tetep aja keukeuh  manggil dia dengan embel-embel “mas”, alasannya adalah untuk menyamarkan umur gue yang sebenarnya. 

Gue satu gugus sama Aji pas OSPEK, makanya, bisa dikatakan gue udah lumayan deket sama Aji. Gue semakin antusias sama Aji setelah tau kalau ternyata Aji ini suka baca buku. Terakhir kali gue pinjem bukunya Aji, yang sampai sekarang belum gue kembalikan, malahan baru gue baca prolognya doang. Hihi maafkeun~

Aji adalah anak yang paling sering nanyain tugas di grup whatsapp kelas, anak-anak kadang suka dibuat gregetan sama sifat visionernya Aji ini. Malahan pernah, ada satu dosen yang nyuruh kita buat nyari tau, siapa sih “Ono W Purbo” itu di google, hal semacem itu menurut Aji termasuk kedalam tugas juga.

Tipe orang kayak Aji ini temen-able banget. Soalnya, ketika  ujian, walaupun dia nggak bisa jawab peryanyaan di soal dia bakal jawab di lembar jawaban, dia nggak bakalan ganggu temennya buat nanya-nanya jawaban yang akan sangat berpotensi memancing radar pengawas.

Keliatannya emang polos, tapi tenyata mantannya udah 3 -_-, padahal gue ngarep banget dia jawab “belum pernah pacaran sama sekali” biar gue bisa ngasih dia predikat Da’ real jones.

Dan kemudian, Musalim. Awal mula gue denger nama itu, gue langsung kepikiran sama Manager gue yang namanya hampir mirip sama Musa, Markuslim, itu nama manager gue. Memiliki akhiran nama yang sama, yaitu “lim” membuat gue sempat memikirkan kemungkinan apakah mereka punya hubungan darah. Tapi, setelah gue konfirmasi ke Musanya langsung, ternyata dugaan gue salah. Jadi, niatan gue buat nyepikin Musa, resmi gue batalkan.

Musa itu orangnya rame, pake banget. Cerewetnya nau’dzubillah, ngalahin sales-sales MLM. Pokoknya, sebelum dia dapetin jawaban yang dia mau, dia nggak bakalan berhenti nanya. Mau dibentak disuruh diem kayak apa juga paling cuma jawab “ah! males lah sama Meta” setelah itu guelah yang jadi bulan-bulanannya Musa, kalau gue udah ngacangin dia lagi, dia bakalan mencecar balik Meta lagi.

Mungkin Musa itu memang punya visi “Pantang diam sebelum puas”. Puas dapet jawaban yang dia inginkan maksudnya.

Musa itu sebenernya pinter, cerdas, berkemauan keras, dan rajin. Serius loh, mungkin diantara cowok-cowok lain yang ada di kelas, Musa-lah yang paling rajin. Sayangnya, pas “action” si Musa ini suka kurang percaya diri sama kemampuannya. Tingkat rajinnya dia sama tingkat nervous-nya dia berbanding lurus

Musa juga satu-satunya orang yang selalu mau menerima pendapat gue ketika orang lain nggak setuju. Dia selalu jadi penengah ketika suasana sudah mulai nggak enak.

“iya Puti, gue sebenernya ngerti kok maksud lu….” Setelah gue mendengar ucapan Musa yang seperti itu, biasanya gue akan langsung menghentikan argumen-argumen gue.
.
“nah, iya, ngerti kan kamu…” jawab gue setelahnya.

Hmmm..
Gue jadi mikir yang aneh-aneh nih.
Jangan-jangan, arti perkataan Musa yang sebenarnya itu adalah “Eh bangke! Bisa diem nggak sih lu!” yang diperhalus menjadi “iya Puti, gue sebenernya ngerti kok maksud lu….”

Anjirrr! Kenapa telat gini ya su’udzonya.
Awas Musa! Liat aja nanti..

Yang terakhir adalah Meta Nuki Ashari.

Kalau bahas anak ini, nggak bakalan bisa kelar sampai ketujuh bola dragonball ditemukan juga.

Kesan pertama orang-orang melihat gue dan Meta adalah; dua orang, atau malah dua alien, yang kemana-mana selalu berdua, dua-duanya punya sikap masa bodo di atas rata-rata manusia normal, eh alien normal maksudnya (Set deh! Alien normal kayak gimana itu?), punya dunia sendiri yang nggak sembarangan orang bisa masuk, kurang disukai sama temen cewe, sebaliknya, sangat disukai temen-temen cowok (Meta doang, guemah kagak) #kray T.T

Meta itu, Bogel (masih dipertimbangkan apakan kata itu akan dihapus atau tidak), cantik ( 5 dari 7 dosen telah mengakuinya), pinternya udah paten, bahasa Inggrisnya jago, kalau udah kenal sama Meta, dia itu supel, tapi kalau belum kenal, beuuh… jangan ditanya,

Ya ngapain nanya, kan belum kenal, sksd banget sich~

Kalau Meta udah mulai pecicilan, dan mulai nyanyi-nyanyi nggak jelas, satu-satunya hal yang bisa gue lakukan, hanyalah pasrah.

Meta ini punya banyak kemiripan sama gue, makanya gue sama dia nyambung dalam segala hal. Cuma muka doang nih yang nggak ada mirip-miripnya sama sekali. Hiks #kray(2)

Semenjak kita berdua memutuskan untuk kuliah lagi, mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus jadi partner! Partner belajar, partner makan, partner berangkat dan pulang kuliah, partner tidur di angkot, bahkan parter dalam melakukan hal kriminal di kelas…

Okelah, biar sekalian gue certain kejadian yang baru saja gue dan Meta lakukan.

Jadi gini, kalau musim ujian gini, biasanya  gue dan Meta selalu berangkat kuliah lebih awal. Tanpa terkecuali pas hari Sabtu kemarin.

Kuliah baru akan dimulai jam tiga sore, tapi gue dan Meta sudah terdampar dengan anggun di kelas jam setengah dua (ini setting waktunya siang loh ya, bukan jam setengah dua pagi buta). Maka dari itu, udah nggak kaget lagi ketika kita berdua mendapati kondisi kelas yang masih dalam keadaan gelap. Parahnya, karena mungkin hari itu kita terlalu gasik, bukan cuma ruangannya aja yang masih gelap, tapi juga kondisi kursi yang berantakan, sobekan kertas dimana-mana lengkap dengan sampah dan antek-anteknya, karena mungkin belum sempat dibersikan oleh OB. 

Gue heran, gue kira era bikin contekan atau lempar-lempar jawaban di kertas cuma berlaku bagi pelajar SD, SMP, dan SMA saja, ternyata para mahasiswa juga masih sering melakukannya. Tradisi ini memang cukup sulit untuk ditinggalkan ya, ck ck ck.

Balik lagi ke kondisi ruangan yang berantakannya hampir sama dengan kondisi hati gue, ~eaak.

Sambil membereskan kursi yang mosak-masik, bahkan sampai ada juga kursi yang njomplang
“sungguh brutal sekali pantat mereka…” batin gue.

Tiba-tiba Meta mendesah  bilang “ eh Putiiii, itu apa-aaan…” seraya memungut barang yang dia tunjuk tadi

Gue hanya merespon Meta dengan mimik muka saja dan kemudian melanjutkan untuk membereskan kursi yang lain lagi. 

Ternyata Meta menemukan sebuah pulpen di lantai.

“lumayan nih…” lanjut Meta sambil memasukan pulpen itu ke tasnya dia.

“Anjir si Meta..” guepun berdecak kagum sambil memikirkan banyak hal. “Ooooh, Meta ternyata gitu ya, keyfayn~ nemu pulpen langsung main embat aja, keyfayn~ kenapa gue nggak nemu juga ya? Kan lumayan, duh!”.

Gue berjalan ke barisan paling belakang, berharap ada pulpen-pulpen lain yang bisa gue temukan.

Setelah jalan kesana kemari, akhirnya gue memutuskan untuk menyudahi perjuangan gue mencari pulpen yang “terlantar di tinggal si pemilik”.
  
Di tengah semua keputusasaan itu, pandangan gue tiba-tiba tertuju ke sebuah kursi. Tepat di bawah kursi itu, gue melihat buntelan kecil berwarna pink. Dengan setengah berteriak, gue menunjukan temuan itu kepada Meta.

“ Memet, itu apaan ya?” kata gue sambil nunjuk-nunjuk.

“Mana?” Tanya Meta sambil memalingkan pandangannya ke arah yang gue tunjukan.

Kebetulan, benda itu tepat berada di belakang kursi yang sedang Meta duduki.

Dengan selow, Meta mengambil buntelan berwarna pink itu yang disinyalir ternyata adalah sebuah tempat pensil berwarna pink. Gue nggak sempet memikirkan hal yang aneh-aneh tentang  benda itu, misalnya seperti;  “Whoa..! Jangan-jangan itu bom!” karena tidak mungkin bom dibungkus dengan bungkusan warna pink, karena nantinya bisa menurunkan harkat dan martabat dia sebagai bom.


Tanpa menunggu aba-aba dari gue, Meta langsung membuka tempat pensil pink itu.

Setelah melihat keantusiasan Meta, hanya ada 3 kemungkinan yang akan terjadi selanjutnya.

Yang pertama
Setelah membukanya, kemudian mengecek isinya. Kita akan mengembalikan tempat pensil beserta isinya secara untuh ketempat semula. Dan membiarkan anak-anak lain yang menemukannya.

Yang ke dua
Setelah membukanya, kemudian mengecek isinya, kita akan mencoba mencari informasi mengenai pemilik tempat pensil ini. seperti menghubungi bagian FO untuk menanyakan kelas apa yang baru saja menempati ruangan tersebut, atau dengan mengecek flashdisk yang kebetulan ada di dalam tempat pensil itu.

Yang ketiga
Setelah membukanya, kemudian mengecek isinya, kita akan membagi dua semua barang yang ada di dalam tempat pensil itu, yaitu pulpen beserta tetekbengeknya.

Dan, ta-dah!

Hancur sudah semua kekaguman gue sama Meta. Ternyata kemungkinan ketiga lah yang terjadi selanjutnya.

Percaya nggak percaya, akhirnya gue juga manut untuk melakukan hal nista semacam itu dengan riang gembira.

“nih, kamu yang ini aja…"

“yang ini buat aku..” 

“nih flashdisknya bawa sama kamu aja, biar aku yang amanin tempat pensil ini, jangan sampai meninggalkan jejak!" kata Meta dengan mantapnya.

Gue speechless ples grogi campur takut. Speechless karena melihat Meta se-epic itu, grogi campur takut kalau-kalau ada cctv di kelas.

Setelah pembagian jatah selesai, kemudian gue sadar, kalau jatah gue ternyata isi pulpen yang tintanya hamper habis semua ditambah flashdisk yang kapasitasnya hanya 1gb.

Meta kampret!

Setelah selesai jambak-jambakan membagi jatah, gue dan Meta saling metap dan berciuman beberapa helaan nafas setelah itu, tawa kita meledak sejadi-jadinya.

Belum puas mentertawakan kelakuan lucknuct kita sendiri, tak disangka hal tak terduga lainnya kembali kita temukan. Ketika gue berniat untuk mengapus papan tulis, gue menemukan satu tempat pensil lagi, emang dasar rejeki anak sholeh (soleh dengkulmu ambles!)

Akhirnya gue dan Meta merilis tertawa ngakak jilid 2.

Dengan tergesa-gesa, kita juga membagi dua semua barang yang ada di tempat pensil itu. Kali ini barangnya tidak terlalu banyak seperti barang di tempat pensil pink sebelumnya, karena sebelumnya Meta yang mengamankan tempat pensil Pink, maka untuk tempat pensil yang kedua, guelah yang mendapat jatah mengamankannya.

Tidak lupa, gue kembali memastikan keberadaan cctv di kelas.

“pantes aja kalau ada barang ketinggalan di kelas nggak bakalan pernah balik lagi, ya Put. Soalnya banyak mahasiswa terkutuk kayak kita berdua ini. HAHAHA” ucap Meta setelah suasana kembali kondusif.

“eh,tapi siapa tau nanti kita menemukan jodoh kita di kelas, dia di temukan sedang terkulai lemas di lantai…” lanjut Meta makin ngawur.

Astaghfirulllahaladzim, kita..

“karma does exist, Ta” kata gue memberikan peringatan ke Meta.

“apaan, orang kemaren aja penggarisku ilang nggak balik lagi, ya anggep aja ini impas” jawab Meta penuh dendam.

Setelah kejadian itu gue jadi semakin percaya dengan quote “ Don’t Judge a Book by the Cover”. 

Jika dilihat dari luar, kemungkinan Meta melakukan hal-hal diluar dugaan seperti “menjarah” tempat pensil yang bukan miliknya, sangatlah kecil. Tapi nyatanya, seorang Meta mampu melakukannya dengan sangat picik! Picik sekali saudara-saudara! Kalian harus liat ekspresi Meta ketika mem-budal-budal-kan isi tempat pensil itu.

Berbeda dengan gue, walaupun diluaran terlihat seperti preman jarang mandi, kemungkinan untuk melakukan hal criminal terbilang sangat besar.

Yaiyalah, orang kayak Meta aja mungkin, apalagi gue cem gue.

Hahahaha
Hahaha
Haha

“terangkan lah… terangkan lah… jiwa yang berkabut…”
Anjir! Siapa yang lagi nonton FTV Indo siar, neh?!

Hal konyol lainnya yang pernah gue lakukan sama Meta adalah, nyanyi di angkot di sepanjang perjalanan. Dari awal naik angkot, sampai kita turun. Beruntung saat itu penumpangnya cuma gue dan Meta, jadi hanya supir angkotnya saja lah yang terdzolimi oleh suara rombeng gue dan Meta.

Ini baru satu semester, kita lihat apa yang akan dilakukan oleh gue dan Meta di semester selanjutnya.

Bonus :

lagi selca group, tiba-tiba dosen masuk. Awkward!


29 Jan 2017

Kali Ini, Mungkin Internet Yang Salah

Belakangan ini berita yang paling viral di media setelah kasus mbak Mirna dan mbak Njess adalah kasusnya Bapak Ahok dan FPI.

“Ahok menghina Al-Qur’an dalam pidatonya di Kepulauan seribu ” itu adalah akar dari masalahnya, kemudian FPI melakukan demo aksi damai yang meminta supaya bapak Ahok di penjarakan.

Gue kira masalahnya bakalan selesai ketika Bapak Ahok mulai di periksa oleh polisi. Ternyata, aksi damai itu terus berlangsung sampai sekarang. Kasusnya pun mulai melar sampai kemana-mana, mulai dari penistaan agama, sampai ke logo uang baru yang katanya mirip palu arit.

Berita yang bermunculanpun semakin bervariasi, ada berita yang datang dari kubu yang mendukung bapak Ahok, kubu yang mendukung FPI, dan kubu yang menginginkan kedamaian yang sesungguhnya.

Sampai akhirnya, gue dan temen-temen gue yang tadinya cuma bisa ngeributin masalah drama Korea, jadi ikut-ikutan bahas masalah Ahok vs FPI. Sayangnya, kita ternyata tidak satu pendapat. “Ahok menghina Al-qur’an” ya, gue setuju kalau bapak Ahok memang salah dalam hal itu, tapi untuk setuju dengan tindakan yang dilakukan oleh FPI, kayaknya gue nggak bisa.

“Gimana? Ahok udah mati belum?” tulis salah seorang temen gue di pm bbm.

“Muslim yang pro kafir itu munafik!”  kata salah seorang teman gue yang lain.

Lama kelamaan statement mereka sukses membuat gue tertohok. Kemudian jiwa curhat bin baper guepun muncul ;

Puti Andini: Mba Maya...

Maya: Iyaaa

Puti Andin: Lagi ngapain? Aku lagi sebel tauk..

Maya: Loh kenapaa??

Puti Andini: "Klo tidak bisa jd singa'y allah setidaknya jangan jadi anjing'y allah({}) Klo tdk suka jangan menghina ulama,,cukup dalam hati dan berdoa=-)"
Gara-gara aku bikin PM bbm yang nyinggung masalah FPI, aku dikatain gitu sama saudara aku, rasanya kayak gimanaaa gitu.

Maya: loh Kok sama put??  Aku share postingan ini di fesbuk cuma kasih caption "mari introspeksi dulu" ,eh dibully abis-abisan.. Sampe dbilang Aku teman pak Ahok yang menyamar jadi muslimah berkerudung.
Lebih sakit mana cobaa?

Puti Andini: Lebih sakit diputusin pas lagi sayang-sayangnya!

Ah gila, bisa sampai banyak gitu mbak komentarnya. Gimana rasanya tuh? Shock nggak? Apa malah seneng karena ngedadak jadi viral?

Masalah agama emang sensitif banget sih ya,  mba.

Aku kadang suka mikir,  imanku yang kurang (ya emang kurang sih) atau gimana? Apa ada yang salah sama aku? Kenapa aku nga sepemikiran sama mereka.

Maya: Sama...  Aku juga. Takut banget pas aku dibilang begitu sama mereka, takutnya secara gak sadar aku memang 'salah'. Tapi gimanapun hati aku itu gak sreg sedipaksain buat sepemikiran sama mereka.

Puti Andini:  Emang menurut mba Maya sendiri gimana?

Maya: Gimana ya, Aku sih trust sama nurani aku sendiri.

Puti Andini : Ya tapi kalau ternyata nurani kita salah? Kalau ternyata hati kita emang udah keras untuk menerima kebenaran?  Hayolo, gimana?

Cara satu-satunya ya diem dari pada dibilang ini itu. Tapi kok lama-lama ikutan gerah juga ya. Dikit-dikit demo, dikit-dikit diboikot.

Apa jangan-jangan kita yang cuma baca beritanya setengah-setengah? Bisa aja kita cuma baca berita dari satu arah aja.

Kasus bapak Ahok yang menghina Alqur’an, awalnya aku marah karena kitab suci kita di bilang “pembohong”. Setelah beliau minta maaf, kok aku bisa dengan mudahnya memaafkan ya? soalnya menurutku, selanjutnya itu jadi urusan dia sama  Tuhan.

Maya: itu juga yang aku percayai, ketika Allah saja maha pemaaf kenapa yang manusia tidak bisa mencontoh hal yang sama?

Puti Andini: Kan nanti ada yang jawab gini mba “Kita bukan Tuhan yang bisa dengan mudah memaafkan kesalahan, kita hanya manusia biasa”

Maya: Presepsi orang kan beda-beda ya, Put. Hahaha. Sulit ah, sulit

Puti Andini: "muslim yang pro Ahok berati munafik"
Gimana tuh mba?

Maya: Kenapa gampang sekali meng'kafir'kan seseorang, sementara diri sendiri saja belum tentu bersih..

Puti Andini: Setelah ada yang punya auto surga, sekarang ada yang punya auto kafir juga.:')
Tapi, mba, aku kayak punya pertentangan batin sendiri "jangan-jangan dengan aku bicara kayak gini secara nggak sadar, aku ini  kafir"
Naudzubillah..

Maya:  Hiih Puti, Naudzubilah, semoga aja enggak..

Gini loh put,kalo menurut aku, maaf kalo misal ternyata pemikiran aku salah atau gimana

Logikanya kalo dia udah mengaku salah dan memohon maaf, apa perlu sebegitunya dihujat?  Sampe dijadiin sayembara buat dibunuh?

Emang menurut mereka kalo membunuh itu gak dosa?
Oh iya kan membunuh pak Ahok ya, ada toleransi dosa ya kalo pak Ahok..

Puti Andini : Mba ngikutin berita sidangnya pak Ahok nggak? Yang terus tiba-tiba meme tentang fitsa hats jadi viral?

Maya : Oh iya, lucu ya put. Anak Indonesia itu kreatif banget, selalu punya celah untuk memviralkan sesuatu.

Puti Andini: Di salah satu artikel yang aku baca, Habib Novel bilang kalau dia nggak memeriksa ulang BAPnya, terus dia juga ngatain bapak Ahok gobl*k karena bilang kalau Fitsa Hats itu dari Amerika, padahal menurut Habib Novel Fitsa Hats itu dari Italia.

Di artikel lainnya, aku baca lagi, kalau ternyata Fitsa Hats ,eh Pizza Hut merupakan restoran berantai dan waralaba makanan internasional yang berasal dari Amerika Serikat, didirikan pada 1958 oleh dua mahasiswa, Dan dan Frank Carney di Wichita, Kansas. Kantor pusatnya sendiri terletak di Texas, AS.

Maya: Untung Habib Novel nggak pernah jadi anak kost, coba kalau pernah, pasti namanya bukan Fitsa Hats, tapi Fitsa Mie. Haha

Puti Andini : Mba maya nggak boleh menghina “ulama”, mau diauto kafir nanti?

Maya: iiih, Puti gitu mulu ngomongnya. Nanti jadi kafir beneran loh!

Puti Andini : Naudzubillah, jangan sampe!

Maya: menurutku, emang banyak hal-hal janggal dari para saksi pelapor itu,  Put. Yang BAPnya sama lah sampe tanda titik komanya juga. Padahal kan pelapornya beda,dan dari tempat yang beda pula.. Yang beda cuma tanggalnya aja. Bukan Cuma itu aja, sepatu yang mereka pakepun, katanya sama persis. Curiga aja nih kalau mereka emang disetting sedemikian rupa buat jadi saksi. Cuma modal pasang badan doing, terus bikin kesaksian palsu.

Puti Andini: Kata siapa tuh mba? Pasti baca di artikel online ya? Hoax tuh Hoax. Mau diauto kafir?

Maya : Putiiiiii…!!

Puti Andini : ehe he he..
Ngomong-ngomong bahas maslah BAP kok aku jadi salfok ke BAP boyband korea ya.. Best Absolute Perfect. Wqwq

Maya: Ini Berita Acara Perkara, Putiyem! -_-

Puti Andini: Aku tertarik sama masalah logo uang baru itu sih mba. Yang katanya mirip palu arit. Bukanya itu emang udah ada dari lama ya? Aku juga udah cek diuang lama kita juga udah ada logo kayak begituan.

Maya: Oh itu, hha tau gak?Gara-gara itu aku sampe nyariin uang didompet.. Terus aku terawang terawang , dan ya, kayak kasus pidato pak Ahok itu, perkara udah lama kok baru di protes?

Puti Andini : “Satu kalimat aja, perhatikan semua, saya memberikan warning kepada bangsa Indonesia tentang indikasi kebangkitan PKI, dan saya sudah sampaikan kepada DPR sudah, sama ke publik, tetapi kemudian, karena warning yang saya berikan tentang indikasi kebangkitan PKI, saya dipanggil, maka itu saya sendiri heran,” begitu kata Bibib Rizieq.

Aku sendiri heran bib, kan lambang PKI itu palu arit menyilang, sementara lambang BI nggak menyilang.

Kalo ilmu cocokloginya tingkat tinggi, ya mungkin emang mirip. Yaudah kalo gitu jangan pake celana dalem lagi mba, soalnya celana dalem kan bentuknya segitiga mirip lambang kaum Zionis Yahudi. Hiiih

Maya: Bukanya kamu juga tukan cocokologi ya? Hayo ngaku!
Cocokologi itu ilmu paling nggak masuk akal banget, ,males lah bahasnya juga.  Jangan-jangan nanti kalo aku tusukin cabe keriting terus diatasnya bawang salah juga?
Kasihan petani cabe sama bawang dong, nanti dilaporin juga


Puti Andini: Bazingseeng. Ya emang mirip sih.haha
TAPI, NGAPAIN NUSUKIN BAWANG SAMA CABE?!  Mau minta ujan apa gimana? Bawang sama cabe itu kan lazimnya diiris terus diulek, dijadiin sambel.

Oke, How about this kurungan ayam? Mirip kayak hexagram kan?


Maya: Wah zionis tuh, kafir!  Penjarakan!

Puti Andini : Wuanjer!!

Maya: Astagfirullah udah ah udah!

Puti Andini: Habib Rizieq kelamaan di Arab barang kali ya, jadi agak sliwer liat logo uang Rupiah di Indonesia.

Maya : Lah, kemaren dana buat demo pake mata uang apaan dong? Kan ada logo palu aritnya juga.

Puti Andini: Kesusuh nggak mba? Nek nggak, nanti aku tanyain dulu sama yang ikut demo.

Apa yang mba maya liat?

Maya: Gak ada  apa apa..  Lava gunung merapi?

Puti Andini: Coba teliti lagi.Itu katanya tulisannya PKI.

Maya: Haha mungkin maksudnya DKI put ah parno terus yaa…

Puti Andini: dari pada PKI, lebih sereman ini sih mba. wqwqwq


Puti Andini:  Anak mudanya kebanyakan parno makanya negara maju-maju.
Banyak kok buktinya, salah satumnya adalah, remaja jaman sekarang pasti takut kalau disuruh keluar pas malem Minggu. Bawaannya parno, takut-takut dijalan ketemu mantan yang lagi boncengan sama pacar barunya

Eh… Cem aku udah jadi warga negara yang baik aja. haha

Tapi nga papa kan ya? Kan katanya negara ini negara demokrasi. Kita bebas menyerukan pendapat kita.
Walaupun sekarang yang ada malah pada kebablasan "demokrasinya".

Maya: Bebas!!!  Sampe Bapak Presiden dengan kurang sopannya hanya dipanggil namanya saja, tanpa embel embel Pak atau Bapak.

Puti Andini: Bebasss!  Sampe pacar temen sendiri bebas ditikung.
*ini apa dah

Kalau di fikir-fikir kasusnya HR itu pepek banget ya? Penistaan agama, Penistaan Pancasila, kasus logo uang baru, ngata-ngatain gusdur sampe ke hansip segala..

Maya:  Mungkin nanti HR bakalan jadi Man of The Year. Terkenal dimana-mana. Ada di stasiun tv manapun, di fesbuk, istagram, semuanya ada dia. Daebak!

Puti Andini: orang paling sibuk sih mba tepatnya, sibuk dipanggil sama polisi. hehe

Maya: Mbok ya kasih Anak bangsa ini tontonan yang berkualitas.
Biar hidupnya gak sumpek.

Puti Andini : Mending nonton yucup aja mba, ada yanglek.

Maya:  -_________-

Puti Andini: Mba setuju nggak sih sama keberadaan ormas FPI?

Maya: Bukan masalah setuju atau gak setuju, tapi kalo misal malah bikin rakyat kepecah belah gini apa manfaatnya? Demo lagi, demo lagi, udahmah Jakarta macet, dibikin tambah macet sama ribuan massa yang demo. Belum lagi yang demo itu kebanyakan masih muda-muda ya? Emanya mereka nggak sekolah atau kerja?

Beda, kalo justru bikin damai pasti tanpa diminta pun kita bakalan bangga sama FPI.

Puti Andini: Kan katanya ini gara-gara baju kotak-kotaknya pak Ahok, yang bikin warga negara jadi tekotak-kotak. Analogi yang warbyazak!

Emang mba Maya tinggal di Jakarta? Kok ngurusin macetnya Jakarta?

Wah, makanya sekali-kali ikutan demo, demo juga kan termasuknya kerja, dapet makan gratis pula.

Mau tau ngga istilah yang sekarang identik sama mereka?
"Panasbung, pasukan nasi bungkus"

Maya: Oh, itu siapanya sama panastak ya? Pasukan nasi kotak. Wqwq

Puti Andini: Bhahak :V ternyata tau juga..
Jadi mba Mba maya itu panasbung atau panastak?

Maya: Boleh phone a friend ga buat minta bantu jawab pertanyaanmu?
Harusnya Puti bisa menyimpulkan sendiri kan pro sama siapa?

Puti Andini:  Aku masih polos mba, nggak tau apa-apa..

Aku sering baca di media sosial tentang isu2 kebangkitan islam 212. Itu hoax bukan ya? Masalahanya aku cuma liat (di media sosial juga sih) mereka berkumpul sedemikian banyaknya, yang katanya puluhan ribu umat, atau bahkan jutaan (nggak tau di winzip apa gimana. Kok bisa sebanyak itu) kayak orang mau demo. (YA EMANG DEMO BEGO!)

Bukanya kalau islam  bangkit itu :
Muncul pengusaha muslim yang bikin pabrik-pabrik, sampai bisa mengalahkan perusahaan asing
Muncul ilmuan muslim yang bikin teknologi tinggi, bersaing dengan microsoft, google ,apple.
Muncul teknisi-teknisi handal dan profesor "asli" muslim yang bikin mobil motor dan alutsista canggih.
Muncul akuntan dan bangkir-bangkir muslim yang ahli ekonomi.
Gitu,,

Kata mbah google juga…

Aku sing nga pro siapa-siapa sebenernya. Cuma banyak kesel aja,  padahal menurutku (lagi-lagi ini menurutku. *terima kasih demokrasi) itu cuma kepentingan kelompok tapi selalu bawa-bawa umat islam. Serba salah. Diem dibilang nga peduli. Kasih komentar dibilang kafir.

Maunya kita ngikutin FPI, kalau nggak mau, berati kafir.

Gitu aja terus sampe kinder joy netes.

Kebenaran sama kebohongan sekarang wananya udah nga hitam sama putih lagi.

Maya: Abu abu ya.. Apa putih gading put?

Puti Andini: Gajelas mba warnanya. Haha sama kayak masa depan aku. Buram.
#duh puti fokus
Yang jelas ini tanda-tanda kiamat.
Nanti akan ada banyak kebohongan lagi.

Maya: mendingan berbenah diri yuk!! Kurang-kurangin main medsos. Karena segala berita yang kita dapet 98% itu dari medisos semua. Kita nggak tau yang mana yang hoax yang mana yang bener.
Kayak obrolan kita nih, semuanya sumbernya dari internet. Kacau!
Medingan kalau mau tau kebenarannya, langsun turun aja ke lapangan.

Puti Andini: Mau ikut demo maksudnya? Yaudah yuk! Biar lebih dramatis, kita ngesot aja dari Tangerang ke Jakarta, jangan jalan kaki, udah mainstream..

Kan katanya (kata artikel di Internet) bakalan diadakan aksi amat istimewa mega ultra super duper spesial damai 212 bulan Februari nanti. 

Maya: -_-

Puti Andini: Tau berita HR yang terbaru nggak mba? Masih anget banget ini. Katanya ponpes HR yang di Bogor, kepemilikan tanahnya masih belum jelas.

Maya: Hoax itu. Menurutku itu adalah upaya Pendzholiman terhadap imam besar FPI Habieb Rizieq Syihab yang kita semua muliakan.



Gimana udah mirip panasbung belum?

Puti Andini: Xianjeeeer!
Wqwq :V :V

Maya: Puti, nanti kalau beneran chat kita kamu posting di internet, terus kita kena UU ITE gimana dong?

Puti Andini: ngarep amat jadi viral, mba….

Maya: bukannya gitu.. kok aku jadi takut ya, Put? Kita tadi ngomongin apaan sih?


Maya: Puut?

Puti Andini: Maaf mba, semalem ketiduran. Ehe he he..

-


Gue mohon maaf apa bila postingan ini menyinggung pihak-pihak tertentu. Obrolan diatas murni hanya menurut pendapat gue doang, tanpa bermaksud mau menjelek-jelekan siapapun. Kalaupun memang banyak salah kata, mungkin karena gue yang salah dalam membaca berita di internet.

Sebagai warganegara Indonesia, tentunya gue juga ingin mempunyai Negara yang aman, tanpa adanya konfli. “Bhineka Tunggal Ika” berbeda-beda tetapi tetap satu. Apapun Rasnya, sukunya, agamanya, warna kulitnya, kita semua satu, yaitu Warga Negara Republik Indonesia.

Sudah menjadi kewajiban kita sebagai umat manusia untuk saling mengingatkan apabila seseorang berbuat salah, bukanya mengucilkan.

Aku Adalah

Puti Andini

Pengabdi Wifi Telkom...

Bagian dari

Your Lucky Number

Kategori